ANALISIS

Liverpool yang Beruntung Punya Sadio Mane

Juprianto Alexander, CNN Indonesia | Kamis, 14/03/2019 20:20 WIB
Liverpool yang Beruntung Punya Sadio Mane Pengaruh Sadio Mane begitu terasa saat Liverpool mengalahkan Bayern Munchen 3-1 pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions di Allianz Arena, Rabu (13/3). (Reuters/Andrew Boyers)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pengaruh Sadio Mane begitu terasa saat Liverpool mengalahkan Bayern Munchen 3-1 pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions di Allianz Arena, Rabu (13/3). Mane menjadi inspirator kemenangan The Reds di depan sekitar 60 ribu fan Die Roten.

Mane tidak menunjukkan tanda-tanda gugup bermain di laga penting tersebut. Sebaliknya, pemain asal Senegal itu bermain dengan penuh kepercayaan diri sehingga membuat pemain belakang Bayern kesulitan.

Gol pertama Mane ke gawang Manuel Neuer memperlihatkan ketenangannya saat berada di kotak penalti lawan. Alih-alih panik dikepung pemain lawan, Mane justru mengecoh Neuer sebelum melepaskan tendangan ke gawang kosong.


Sedangkan gol kedua ke gawang Bayern menjadi bukti kecerdikan Mane mencari ruang kosong di kotak 16 pas tim asuhan Niko Kovac. Mantan pemain Southampton itu merangsek ke kotak penalti untuk memudahkan Mohamed Salah mengirimkan umpan kepadanya.

Dengan sekali pergerakan, Mane berhasil menjangkau umpan Salah lewat sundulan dan memaksa Neuer memungut bola untuk kali ketiga dari gawangnya. Dua gol ke gawang Bayern juga membuat Mane sudah mencetak delapan gol di kandang lawan sekaligus melewati capaian Steven Gerrard sebagai pemain yang paling banyak mencetak gol tandang di Liga Champions. 

"Sadio sedang dalam performa terbaiknya. Gol pertamanya benar-benar gila, mengacu cara dia mengkonversinya jadi gol. Ketenangan dan penyelesaian akhir dia," ujar James Milner memuji aksi Mane.

"Dia sedang tampil sangat bagus saat ini dan semoga dia bisa terus seperti ini hingga sisa musim ini."

Beruntungnya Liverpool Punya Sadio ManeSadio Mane merayakan gol ke gawang Bayern Munchen bersama bek Liverpool Virgil van Dijk. (Reuters/Andrew Boyers)
Bagi Liverpool dan sang manajer Juergen Klopp, moncernya penampilan Mane merupakan kabar baik. Hal ini lantaran bintang utama mereka Mohamed Salah sedang kesulitan mencetak gol.

Winger asal Mesir itu sudah puasa mencetak gol dalam enam laga terakhir di semua kompetisi. Salah terakhir kali menempatkan namanya di papan skor saat tim kota pelabuhan menang 3-0 atas Bournemouth, 9 Februari lalu.

Menurunnya grafik penampilan Salah berbanding 180 derajat dengan apa yang terjadi dengan Mane. Dalam empat laga terakhir, penyerang 26 tahun berhasil menjaringkan enam gol.

Mengacu Transfermarkt, ia sudah mengemas 19 gol di semua ajang musim ini dan hanya butuh satu gol untuk menyamai catatan gol terbaiknya selama berseragam Liverpool pada musim lalu.

Dengan Liga Inggris yang masih menyisakan delapan pertandingan dan Liverpool lolos ke perempat final Liga Champions, Mane punya kans melewati rekor golnya tersebut. Sebuah pencapaian individu yang tentu masuk dalam bidikan Mane.

Beruntungnya Liverpool Punya Sadio Mane
Peluang Mane untuk menambah jumlah gol semakin besar karena fleksiblitas formasi 4-3-3 yang diusung Klopp musim ini. Manajer asal Jerman itu membiarkan Mane, Salah, dan Roberto Firmino saling bertukar posisi di lini depan.

Hal seperti ini tidak pernah terlihat musim lalu. Meski The Reds bisa melangkah jauh hingga final Liga Champions, trio lini depan mereka terpaku di posisi masing-masing.

Mane dan Salah hanya bertugas sebagai penyerang sayap, sementara Firmino lebih berperan sebagai striker bayangan. Perubahan taktik ini pula yang dinilai mantan pemain Liverpool Gary Gillespie membuat Mane bertransformasi jadi pencetak gol ulung.

Beruntungnya Liverpool Punya Sadio ManeSadio Mane berpeluang melampaui rekornya bersama Liverpool musim lalu. (Reuters/Carl Recine)
"Sadio Mane dianggap sebagai pemain sayap kiri atau kanan tapi dia bisa bermain di mana saja selama itu masih di lini depan," ucapnya.

"Tapi mereka bertiga [bersama Firmino dan Salah] bisa bermain di posisi mana pun. Firmino punya musim yang lebih tenang, begitu juga dengan Salah. Tapi, saya kira Mane yang paling konsisten dan yang terbaik," ucap Gillespie melanjutkan.

Bagi Liverpool, ketajaman Mane di depan gawang lawan datang di saat yang tepat dan dibutuhkan sembari berharap Salah bisa secepatnya mengembalikan naluri golnya seperti semula.

Lini depan Liverpool wajib menggaransi gol demi gol karena masih bersaing ketat dengan Manchester City dalam perburuan gelar Liga Inggris musim ini. Sementara di Liga Champions mereka mungkin bertemu tim-tim seperti Barcelona, Juventus, hingga sesama wakil Inggris di perempat final. (har)