Ayah Korban Conor McGregor Penggemar Khabib Nurmagomedov

CNN Indonesia | Kamis, 14/03/2019 18:50 WIB
Ayah Korban Conor McGregor Penggemar Khabib Nurmagomedov Ayah korban Conor McGregor merupakan fan berat Khabib Nurmagomedov. (AFP PHOTO / Vasily MAXIMOV)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ayah korban kekerasan Conor McGregor, Ahmed Abdirzak, Mahamad Abdirzak merupakan penggemar setia Khabib Nurmagomedov di UFC.

McGregor sempat ditangkap polisi Miami karena melakukan penyerangan terhadap Ahmed dan merusak telepon selulernya. Sehari kemudian petarung yang dikalahkan Khabib di laga UFC 229, Oktober 2018, dibebaskan.

"Apa yang sudah diperbuat McGregor persis menunjukkan karakternya. Dia adalah seorang pemarah."


"Saya bukan penggemarnya. Saya lebih memilih Khabib [Nurmagomedov]. Dia adalah seorang petarung yang senang saya tonton, bukan McGregor," ujar Mahamad dikutip dari Daily Mail.

Ayah Korban Conor McGregor Fan Khabib NurmagomedovConor McGregor saat dikalahkan Khabib Nurmagomedov di pertarungan UFC 229. (REUTERS/Stephen R. Sylvanie-USA TODAY Sports)
McGregor didakwa melakukan perampokan dengan merampas telepon seluler milik Ahmed. Setelah sempat mendekam di penjara Miami-Dade Corrections & Rehabilitation Department (MDCR) di Miami pada Senin (11/3) malam waktu setempat, petarung asal Republik Irlandia itu dibebaskan sehari kemudian.

Ia dipenjara setelah insiden yang terjadi di luar Hotel Miami Beach pada Senin (11/3) pagi. McGregor kesal karena Ahmed merekam video petarung itu dengan ponselnya. Ahmed kemudian mengungkapkan kronologi insiden tersebut.

Ayah Korban Conor McGregor Fan Khabib Nurmagomedov
"Dia datang dan menjabat tangan saya, dan seketika ia menarik saya. Dia merebut ponsel saya dan membantingnya. Pihak keamanan mengelilingi dan mendorong saya, lalu dia [McGregor] menginjak ponsel saya. Dia [McGregor] sangat kasar. Kesannya seperti, 'Singkirkan rekaman itu, minggir!" kata Ahmed.

"Dan saya mengatakan, 'Tuan, bisakah kembalikan ponsel saya?'. Lalu pihak keamanan seperti, 'Beri dia jalan. Conor berkata apa yang ia ingin katakan'. Saya tidak akan berbohong, saya takut setengah mati. Orang itu adalah senjata mematikan," ucap Ahmed. (bac/har)