Jalan Berliku Timnas Indonesia U-23 Menuju Piala Asia 2020

CNN Indonesia | Kamis, 21/03/2019 14:06 WIB
Jalan Berliku Timnas Indonesia U-23 Menuju Piala Asia 2020 Timnas Indonesia U-23 dihadapkan pada jadwal yang tidak menyenangkan di Kualifikasi Piala Asia U-23 2020. (ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana)
Jakarta, CNN Indonesia -- Timnas Indonesia U-23 akan memulai perjuangan untuk lolos ke putaran final Piala Asia U-23 2020 pada Jumat (22/3) nanti. Di laga perdana, skuat asuhan Indra Sjafri sudah harus berhadapan dengan lawan sulit yaitu Thailand di Stadion My Dinh, Hanoi.

Timnas Indonesia U-23 terakhir kali bertemu Thailand di final Piala AFF U-22 2018, 26 Februari lalu. Ketika itu, Bagas Adi Nugroho dan kawan-kawan menang 2-1 dan menjadi juara di Kamboja.
Timnas Indonesia U-23 merengkuh trofi juara berkat gol Sani Rizki Fauzi dan Osvaldo Haay. Sedangkan satu-satunya gol Thailand U-23 tercipta lewat Saringkan Promsupa.

Thailand tentu tidak ingin menelan hasil serupa di laga kali ini. Pelatih tim Gajah Perang, Alexandre Gama, punya nafsu besar untuk membalas kekalahan menyakitkan tersebut.

Hal itu mengacu komposisi skuat yang ia bawa ke turnamen ini. Gama hanya menyisakan enam pemain dari skuat Piala AFF U-22 2018 dan memasukkan empat pemain yang pernah tampil di timnas senior yaitu Kevin Deeromram, Anon Amornlerdsak, Supachok Sarachat, serta Supachai Jaided.


Jalan Berliku Timnas U-23 Menuju Piala Asia 2020 (FKS)Timnas Indonesia meraih gelar juara di ajang Piala AFF U-22. (Dok. PSSI)
Keseriusan yang ditunjukkan Thailand membuat kemenangan tidak akan mudah diraih. Namun, satu poin di laga ini bisa menjadi modal positif untuk memulai fase kualifikasi.

Dua hari berselang, Timnas Indonesia U-23 sudah ditunggu lawan yang tidak kalah berat yaitu tuan rumah Vietnam. Bermain di hadapan publik sendiri membuat pasukan Park Hang-seo akan tampil spartan.

Sama seperti Thailand, Vietnam juga dikabarkan melakukan perombakan skuat. The Golden Dragons akan memasukkan para pemain yang sudah mencicipi pengalaman bermain di timnas senior.

Vietnam pantang diremehkan apabila mengacu kiprah mereka sejak tahun lalu. Vietnam finis sebagai runner-up di Piala Asia U-23, menembus semifinal Asian Games 2018, juara di Piala AFF 2018, dan melenggang hingga perempat final di Piala Asia 2019.

Namun, catatan mentereng itu pantang membuat Timnas Indonesia U-23 silau. Selain sudah mendapatkan tambahan amunisi dengan kedatangan Egy Maulana, Saddil Ramdani, hingga Ezra Walian, mereka juga punya keunggulan psikologis.

Jalan Berliku Timnas U-23 Menuju Piala Asia 2020 (FKS)
Seperti diketahui, Vietnam selalu kesulitan menghadapi Timnas Indonesia di semua ajang. Bahkan, pada pertemuan terakhir di Piala AFF 2018, Timnas Indonesia U-23 menang 1-0 berkat gol tendangan bebas Muhammad Luthfi Kamal. Tiga poin pun wajib diraih untuk memperbesar peluang lolos ke putaran final.

Soal perombakan pemain Thailand dan Vietnam, Indra Sjafri beberapa waktu lalu mengaku bersyukur. "Saya bersyukur sudah pernah berhadapan dengan mereka [Thailand dan Vietnam]. Kedua, saya bersyukur lagi dia rombak timnya," kata Indra di Stadion Madya, Senayan, Rabu (13/3).

Di laga terakhir, Timnas Indonesia U-23 akan menghadapi lawan yang relatif ringan yakni Brunei Darussalam. Di atas kertas, Tim Garuda Muda tidak akan kesulitan untuk mengamankan tiga poin di laga tersebut.

Namun, kekuatan Brunei yang sulit untuk diraba juga harus diwaspadai. Jika hal itu bisa diantisipasi, peluang Timnas Indonesia u-23 untuk meraih kemenangan besar sangat terbuka sekaligus mengamankan satu dari 16 tiket ke putaran final Piala Asia U-23 2020.

(jal/har)