Di kualifikasi Piala Asia U-22 2014, Timnas Indonesia berada di Grup E bersama dengan Jepang, Australia, Singapura, Timor Leste dan Makau. Tampil di Stadion Utama Riau, Hendra Adi Bayauw dkk hanya mampu finis di urutan ketiga klasemen dengan koleksi sembilan poin dari hasil tiga kali menang dan dua kali kalah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tiga tahun berselang, AFC mengubah regulasi peserta Piala Asia U-23 2016 yang ditujukan untuk pemain di bawah 23 tahun. Pada edisi kedua ini, Timnas Indonesia U-23 menjadi tuan rumah Grup H yang dihuni Korea Selatan, Timor Leste, dan Brunei Darussalam.
Timnas Indonesia U-23 akan berjuang untuk lolos ke putaran final Piala Asia U-23 2020. (ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana) |
Namun, di laga terakhir Timnas Indonesia U-23 kalah 0-4 dari Korea Selatan. Saat itu, hanya juara grup dan lima runner-up terbaik yang lolos ke putaran final. Indonesia yang meraih enam poin kalah dari Thailand, Iran, Vietnam, Yaman, serta Uzbekistan dalam perebutan peringkat kedua terbaik.
Sementara tahun 2017 lalu, Timnas Indonesia U-23 yang bersaing dengan Malaysia, Thailand dan Mongolia di Grup H juga belum mampu untuk lolos. Kehadiran pelatih asal Spanyol, Luis Milla belum bisa mengangkat performa pemain.
Osvaldo Haay dkk membuka laga dengan kekalahan telak 0-3 dari Malaysia. Kemudian Tim Garuda Muda menang mutlak 7-0 atas Mongolia dan meraih hasil imbang 0-0 saat jumpa tuan rumah Thailand di laga terakhir.
Pada Piala Asia U-23 di China 2018, Uzbekistan tampil sebagai juara usai mengalahkan Vietnam yang secara luar biasa mampu lolos ke final dengan skor 2-1. Dari 11 negara di Asia Tenggara, sudah tiga negara mencatatkan namanya sebagai peserta di Piala Asia U-23, yakni Thailand, Vietnam, dan Malaysia. (ttf/jal)
Timnas Indonesia U-23 akan berjuang untuk lolos ke putaran final Piala Asia U-23 2020. (ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana)