Pengamat: Dua Striker Cukup untuk Timnas Indonesia U-23

CNN Indonesia | Selasa, 19/03/2019 12:42 WIB
Pengamat: Dua Striker Cukup untuk Timnas Indonesia U-23 Ezra Walian dan Dimas Drajad akan memperebutkan satu tempat tersisa. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pengamat sepak bola Mohamad Kusnaeni menilai kuota dua striker cukup untuk Timnas Indonesia U-23 menghadapi kualifikasi Piala Asia U-23 2020.

Saat ini Timnas Indonesia U-23 masih membawa 24 nama ke Hanoi, Vietnam. Indra Sjafri akan mencoret satu nama terakhir untuk memenuhi kuota final 23 pemain untuk babak kualifikasi jelang menghadapi Thailand pada laga pertama Grup K, Jumat (22/3).

Satu nama yang dicoret itu sudah dipastikan antara Ezra Walian atau Dimas Drajad. Dengan demikian Timnas Indonesia U-23 hanya akan diperkuat dua striker murni menghadapi babak kualifikasi.


"Main cuma tiga kali, ya ngapain bawa penyerang banyak-banyak? Kalau Ezra tidak bagus, tidak mungkin dibawa ke Vietnam, buat apa?" ucap Kusnaeni.

"Karena [Ezra] dianggap bermanfaat buat tim, makanya dibawa ke sana. Sampai sekarang semua penyerang ada di sana, berarti Indra pun masih ragu [coret penyerang]," ucapnya melanjutkan.

Marinus Wanewar membuktikan diri layak jadi ujung tombak di Piala AFF U-22.Marinus Wanewar membuktikan diri layak jadi ujung tombak di Piala AFF U-22. (ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana)
Kusnaeni menilai materi pemain Timnas Indonesia U-23 bagus di semua lini. Hal ini dilihat dari pengalaman dan jam terbang pemain di luar negeri.

"Sampai sekarang belum pernah kalah saat uji coba lawan klub Liga 1 dan di Piala AFF U-22 kemarin juga belum pernah kalah. Persiapan secara umum baik, harusnya hasil di kualifikasi bisa maksimal nanti," ucap Kusnaeni.

Dua Striker Cukup untuk Timnas Indonesia U-23
Kusnaeni mengatakan ada dua hal yang mesti ditingkatkan Timnas Indonesia U-23 sebelum menjalani laga perdana lawan Thailand pada 22 Maret.

"Pertama, mental. Jangan ada perasaan terbebani dan terlalu percaya diri, ini tugas pelatih untuk jaga keseimbangan mental. Vietnam dan Thailand bakal beda materi pemain, sedangkan Indonesia sama. Yang kedua, kelemahan di penyelesaian akhir. Itu yang harus dibenahi," ujar Kusnaeni. (map/har)