Kurniawan DY Dukung Indra Lepas Striker Timnas Indonesia U-23

CNN Indonesia | Selasa, 19/03/2019 19:59 WIB
Kurniawan DY Dukung Indra Lepas Striker Timnas Indonesia U-23 Legenda Timnas Indonesia menilai lebih baik buang striker daripada gelandang. (Dok. Istimewa)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan striker Timnas Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto menyebut lebih riskan membuang gelandang daripada striker terkait satu pemain yang bakal dicoret dari skuat Timnas Indonesia U-23.

Saat ini Timnas Indonesia U-23 yang akan berlaga di Kualifikasi Piala Asia U-23 di Hanoi, Vietnam 22-26 Maret mendatang, masih beranggotakan 24 pemain. Di antaranya adalah Ezra Walian, striker RKC Waalwijk yang masih ingin dipantau kemampuannya oleh pelatih Indra Sjafri.

Masuknya Ezra membuat Garuda Muda memiliki tiga penyerang untuk sementara. Kedua nama striker lainnya adalah: Marinus Wanewar dan Dimas Drajad yang telah diketahui kualitasnya.


Selain tiga striker, Indra Sjafri juga membawa delapan bek, 10 gelandang dan tiga kiper ke Vietnam. Namun, bakal ada satu pemain yang dicoret sebelum 23 nama resmi didaftarkan, Kamis (21/3).

"Mungkin pertimbangannya kuota pemain. Saya rasa pasti Coach Indra punya pertimbangan. Misalnya slot striker bisa dipakai buat mengisi gelandang atau yang lainnya," kata Kurniawan melalui sambungan telepon kepada CNNIndonesia.com, Selasa (19/3).

Belum dapat dipastikan pemain dari di posisi mana yang bakal dicoret. Akan tetapi Kurniawan mengatakan bakal lebih riskan jika Indra Sjafri mencoret salah satu gelandang dan menambah jumlah striker untuk memenuhi kuota pemain.

Ezra Walian masuk daftar salah satu pemain yang belum aman di Timnas Indonesia U-23.Ezra Walian masuk daftar salah satu pemain yang belum aman di Timnas Indonesia U-23. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Sebab, dalam lima hari Timnas Indonesia U-23 bakal memainkan tiga laga di fase Grup K bersama dengan Thailand, Vietnam dan Brunei Darussalam. Kurniawan meyebut banyak pemain bisa membuat pelatih banyak pilihan untuk membuat solusi di pertandingan.

"Kalau menurut saya, untuk menghadapi tiga pertandingan segala kemungkinan ada. Tapi lebih riskan mencoret gelandang, karena mereka memenuhi kebutuhan tim dari statistik, gerak dan mobilitas yang lebih berat. Kalau banyak pilihan di gelandang strateginya bisa diutak-atik," jelas Kurniawan.

Menurut Kurniawan, bukan hal mudah bagi seorang pelatih menentukan 11 pemain yang bakal turun di pertandingan. Selain harus melihat kondisi terakhir pemain dan kualitas individu, pelatih juga harus memikirkan pemain yang cocok untuk memainkan strategi dan taktik saat berhadapan dengan lawan.

Menyoal sosok tiga striker yang saat ini ada di Timnas Indonesia U-23, Kurniawan mengatakan masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan.

"Marinus itu tipikal fighter. Ezra, tipikal striker Eropa karena dari kecil main di Eropa, Dimas saya rasa juga kualitas bagus karena mungkin skill individunya bagus. Intinya segala kemungkinan ada," tutupnya. (TTF/nva)