ANALISIS

Tugas Berat Gusti Randa sebagai Plt Ketua Umum PSSI

CNN Indonesia | Selasa, 19/03/2019 20:15 WIB
Tugas Berat Gusti Randa sebagai Plt Ketua Umum PSSI Gusti Randa menanggung tugas berat sebagai Plt Ketua PSSI. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gusti Randa menanggung serangkaian tugas berat setelah didapuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua PSSI menggantikan pekerjaan yang sebelumnya diemban Joko Driyono.

Gusti mengambil alih jabatan Plt Ketua PSSI setelah Joko Driyono mengundurkan diri. Pria yang akrab disapa Jokdri harus menjalani pemeriksaan rutin usai ditetapkan sebagai tersangka kasus perusakan barang bukti terkait pengaturan skor oleh Satgas Anti Mafia Bola.

Kini, Gusti punya dua tugas berat yang harus ditanggung, yakni mempersiapkan gelaran Kongres Luar Biasa (KLB) dan kompetisi Liga 1 2019. Kedua agenda ini akan digelar setelah Pemilihan Presiden 2019 rampung.


Kongres Luar Biasa (KLB)

PSSI kepemimpinan Gusti harus membentuk perangkat Komite Pemilihan (KP) dan Komite Banding Pemilihan (KBP) sebelum menetapkan tanggal kongres pemilihan kepengurusan baru.

Rencana KLB muncul setelah Satgas Anti Mafia Bola menciduk sejumlah pejabat PSSI yang diduga terlibat dalam pengaturan skor dalam kompetisi sepak bola nasional.

Tugas Berat Gusti Randa sebagai Plt Ketua PSSIJoko Driyono sempat menjabat Plt Ketua PSSI menggantikan Edy Rahmayadi. (ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana)
Saat ini polisi menahan Hidayat, Johar Lin Eng (anggota Komite Eksekutif/ Exco PSSI), Dwi Irianto (anggota Komisi Disiplin PSSI), Priyanto (eks anggota Komisi Wasit), dan Mansyur Lestaluhu (Staf direktur penugasan perwasitan).

Joko Driyono juga ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus perusakan bukti pengaturan skor. Namun, pria yang akrab disapa Jokdri tersebut masih belum ditahan seperti koleganya.

Penangkapan sejumlah pejabat PSSI mulai menimbulkan perpecahan di antara anggotanya. Terutama soal krisis kepercayaan kepengurusan setelah Jokdri mengundurkan diri.

Tugas Berat Gusti Randa sebagai Plt Ketua PSSI
Gusti memiliki pekerjaan rumah yang tak ringan. Yakni, meyakinkan para anggotanya untuk memunculkan calon Ketua PSSI yang punya kapasitas lebih baik dari sosok Edy Rahmayadi atau Jokdri.

"Insyaallah pada April kami menuju Zurich, tergantung nanti undangannya karena itu nanti menyangkut visa juga. Yang pasti tahapan-tahapan KLB itu harus saya pastikan berjalan dan sesuai regulasi yang ada," ujar Gusti.

Sponsor Liga 1

PSSI di bawah kepemimpinan Gusti Randa harus bekerja ekstra keras untuk menarik sponsor penyelenggaraan Liga 1 2019. Terlebih setelah Glenn Sugita mundur dari jabatan Komisaris PT Liga Indonesia Baru selaku operator kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Mundurnya Glenn bisa menjadi sinyal kepergian Gojek Indonesia yang selama dua tahun berstatus sebagai sponsor utama Liga 1. Gojek sendiri merupakan anak usaha Northstar Grup, yang melibatkan Glenn di dalamnya.

Gleen Sugita mundur dari jabatan Komisaris PT Liga Indonesia Baru.Glen Sugita mundur dari jabatan Komisaris PT Liga Indonesia Baru. (CNNIndonesia/Huyogo)
Meski demikian, Glenn tetap menjadi pengurus Persib Bandung. Ia merupakan sosok di balik kesuksesan Persib menjadi klub yang mandiri dan sehat secara finansial tanpa 'menyusu' pada APBD.

Gusti Randa harus memastikan ada sponsor besar lainnya yang mau menjadi sponsor utama bila Gojek undur diri. Ini bukan pekerjaan mudah mengingat kompetisi rencananya akan digelar pada awal Mei mendatang.

Selain dua tugas berat mengurus persiapan KLB dan Liga 1, Gusti Randa juga mesti memastikan kelancaran administrasi Timnas Indonesia U-23 yang akan berlaga di Kualifikasi Piala Asia U-23 2020. Gelaran ini bakal digelar di Vietnam mulai 22 Maret mendatang.

Meski hanya menjadi pejabat sementara Ketua PSSI, Gusti Randa perlu memastikan ketiga agenda tersebut berjalan lancar. Setidaknya tidak terjadi kekisruhan jelang KLB PSSI untuk menentukan kepengurusan baru. (jun/har)