ANALISIS

Bruno Matos Pengganti Ideal Luciano Leandro di Persija

Jun Mahares, CNN Indonesia | Kamis, 21/03/2019 20:22 WIB
Bruno Matos Pengganti Ideal Luciano Leandro di Persija Bruno Matos pengganti ideal Luciano Leandro di Persija. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Persija Jakarta kembali menemukan sosok playmaker ideal yang menghilang sejak era Luciano Leandro. Adalah Bruno Matos yang mengambil peran maestro lini tengah Macan Kemayoran sepeninggal Luciano.

The Jakmania, sebutan suporter Persija, tak akan pernah melupakan Luciano Leandro di tim ibu kota. Aksi-aksi ciamik pria asal Brasil itu acap kali mengundang decak kagum penonton.

Gelar juara Liga Indonesia 2001 milik Persija juga tak lepas dari kontribusi besar Luciano. Pria yang akrab disapa Luci itu kerap jadi pembeda dan memanjakan Bambang Pamungkas di lini depan.


Luci kemudian hengkang dari Persija usai mempersembahkan gelar juara 2001. Tak dinyana, kepergian Luciano menjadi lubang yang menganga bagi tim kebanggaan warga Jakarta.

Luciano Leandro legenda Persija Jakarta.Luciano Leandro legenda Persija Jakarta. (CNN Indonesia/M. Arby Rahmat)
Persija hampir tak pernah punya lagi sosok playmaker ideal sepeninggal Luciano Lenadro. Kehadiran gelandang ternama seperti Firman Utina, Robertino Pugliara, dan Ponaryo Astaman, belum bisa menggantikan peran vital yang ditinggal Luciano.

Pugliara Tak Sesuai Ekspektasi

Hanya Pugliara yang mendekati pengganti ideal Luciano di Persija. Punya teknik individu mumpuni dan kreatif dalam membongkar organisasi pertahanan lawan.

Namun, gelandang asal Argentina itu pun belum bisa membawa dampak yang sama dengan Luciano. Pugliara yang tiba di Jakarta pada 2007 sempat hijrah ke Persiba Balikpapan pada 2009 sebelum kembali ke ibukota pada 2011.

Robertino Pugliara gagal di Persija.Robertino Pugliara gagal di Persija. (ANTARA FOTO/Zabur Karuru)
Pada 2013 pemain berambut kuncir itu kembali hengkang dari Persija untuk memperkuat PSM Makassar. Kepergian Pugliara ternyata menyisakan lubang di sektor tengah Persija. Tim Ibukota makin kesulitan untuk membongkar pertahanan lawan tanpa sosok playmaker yang mampu mengatur alur serangan.

Kelemahan ini menjadi sorotan Persija untuk mengarungi musim 2015. Sosok pemain bertipikal playmaker menjadi salah satu yang paling dicari untuk meningkatkan kreativitas lini serang.

Persija sempat mendatangkan Stefano Lilipaly di musim 2015. Namun, gelandang naturalisasi asal Belanda ini memilih hijrah setelah kompetisi Liga Super Indonesia terhenti di tengah jalan.

Bruno Matos Gemilang

Faktanya, Persija sulit mendapatkan pemain bertipikal playmaker sampai Bruno Matos tiba pada musim 2019. Sejauh ini Bruno terbilang sukses memerankan tugas vital sebagai playmaker di skuat Macan Kemayoran.

Playmaker memang tidak sebatas pemain tengah. Pemain model ini merupakan pengatur permainan dalam tim. Memiliki teknik dan daya jelajah tinggi serta punya keunggulan melepaskan umpan-umpan jitu.

Bruno Matos piawai memberikan umpan dan cetak gol.Bruno Matos piawai memberikan umpan dan cetak gol. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Penyerang sekalipun bisa menjadi playmaker bila punya kualitas di atas rata-rata. Biasanya pemain ini lebih banyak menyentuh bola dan paling sering menuntaskan operan.

Tak hanya piawai melepaskan umpan-umpan apik, Bruno Matos juga punya naluri tinggi dalam urusan mencetak gol. Terbukti dengan empat gol yang dilesakkannya pada babak penyisihan grup Piala Presiden 2019.

Berlebihan memang menyamakan Bruno Matos dengan mantan gelandang serang timnas Brasil, Ricardo Kaka. Namun, visi bermain kedua pemain ini bisa dibilang mirip. Jago memberikan assist dan cetak gol.

Pemain berusia 28 tahun itu memang baru seumur jagung mengenakan seragam Persija. Konsistensi permainannya juga belum teruji di level kompetisi. Namun, ia sudah membuktikan diri sebagai pemain penting di klub juara bertahan Liga 1 tersebut.

Bruno Matos Pengganti Ideal Luciano Leandro di Persija
Meski posisi alamiahnya adalah gelandang serang, Bruno Matos sukses mengisi kekosongan lini depan yang ditinggal sementara oleh Marko Simic karena harus berurusan dengan pengadilan terkait kasus pelecehan seksual di Australia.

Kehadiran rekrutan anyar macam Silvio Escobar dan Heri Susanto belum banyak membantu lini depan Persija. Keduanya masih butuh adaptasi dengan karakter permainan Persija.

Sementara penyerang veteran Bambang Pamungkas sempat bermasalah dengan cedera hamstring. Beruntung, Bruno Matos muncul sebagai pemecah kebuntuan lini serang Persija.

Bruno Matos bisa dibilang sebagai pembelian terbaik Persija musim ini. Aksi ciamiknya di lini tengah seakan menbuka ingatan suporter kepada playmaker legendaris tim ibukota, Luciano Leandro yang kini menjabat pelatih Persipura Jayapura. (nva)