Ezra Tak Bisa Bela Timnas Indonesia U-23 Merujuk Statuta FIFA

CNN Indonesia | Jumat, 22/03/2019 09:14 WIB
Ezra Tak Bisa Bela Timnas Indonesia U-23 Merujuk Statuta FIFA Berdasarkan Statuta FIFA, Ezra Walian tidak bisa membela Timnas Indonesia U-23. ( ANTARA FOTO/Fikri Yusuf)
Jakarta, CNN Indonesia -- Berdasarkan statuta FIFA, Ezra Walian tidak bisa membela Timnas Indonesia U-23 di ajang kualifikasi Piala Asia U-23 2020 yang berlangsung di Vietnam, 22-26 Maret.

Persiapan Timnas Indonesia U-23 mendapat dipusingkan dengan status Ezra. Dalam aturan FIFA pada pasal 5 ayat 2 FIFA menjelaskan tata cara seorang pemain membela tim nasional.

"Dengan pengecualian terhadap kondisi yang dijelaskan pada pasal 8, setiap pemain yang pernah bermain di pertandingan [baik penuh maupun tidak] pada pertandingan kompetisi resmi di setiap kategori dan jenis sepak bola atas nama salah satu asosiasi tidak diperbolehkan untuk bermain di pertandingan internasional asosiasi lainnya."


Ezra tidak memenuhi pengecualian yang kemudian tertuang di pasal 8 yang mengatur sejumlah pengecualian. Di Pasal 8 tersebut, FIFA menyebut seorang pemain punya kesempatan untuk melakukan permintaan penggantian kewarganegaraan satu kali dalam hidupnya, baik itu untuk pemain yang berkewarganegaraan ganda maupun pemain yang punya kesempatan mendapat kewarganegaraan baru.
Kutipan pasal 5 ayat 2.Kutipan pasal 5 ayat 2. (Dok. FIFA)

Status Ezra lalu terganjal oleh butir A yang berbunyi:

"Dia tidak pernah bermain [baik penuh maupun tidak] di kompetisi resmi pada kategori 'A' match untuk asosiasinya saat itu, dan pada saat ia bermain secara penuh maupun tidak di pertandingan internasional pada kompetisi resmi dari asosiasinya saat itu [asosiasi sebelumnya], ia telah memiliki kewarganegaraan dari tim yang ia hendak bela [asosiasi baru]."

Kutipan pasal 8.Kutipan pasal 8. (Dok. FIFA)
Ezra baru mengajukan proses naturalisasi pada tahun 2017 sedangkan ia pernah membela timnas Belanda U-17 dalam turnamen resmi pada 19 dan 23 Oktober di tahun 2013.

FIFA masih meminta kepada PSSI untuk bisa mengirimkan informasi atau bukti dokumen lainnya yang dirasa perlu. Hal itu dilakukan untuk menghindari kealpaan FIFA dalam menangani kasus tersebut.

Dalam hal ini, PSSI menghormati keputusan FIFA. (ptr/ptr)