Laporan Dari Vietnam

Indra Sjafri: Jangan Salahkan Egy Maulana, Salahkan Saya

CNN Indonesia | Senin, 25/03/2019 09:23 WIB
Indra Sjafri: Jangan Salahkan Egy Maulana, Salahkan Saya Egy Maulana Vikri mendapat kritikan usai Timnas Indonesia U-23 dikalahkan Vietnam. (ANTARA FOTO/R. Rekotomo)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pelatih Timnas Indonesia U-23 Indra Sjafri meminta semua pihak untuk tidak menyalahkan Egy Maulana Vikri setelah kalah dari Vietnam dan gagal di Kualifikasi Piala Asia U-23 2020, Minggu (24/3).

Salah satu pemain yang mendapat kritikan keras usai Indonesia dikalahkan Vietnam adalah Egy Maulana Vikri. Pemain Lechia Gdanks itu gagal memenuhi harapan besar pencinta sepak bola Indonesia dengan penampilan di bawah rata-rata saat melawan Thailand dan Vietnam.

Ketika melawan Vietnam, Egy Maulana bermain lebih dari 80 menit sebelum digantikan Dimas Drajad. Pemain 18 tahun itu memiliki satu peluang pada menit ke-54 ketika tendangan mendatarnya berhasil diblok kiper Vietnam.


Usai dikalahkan Vietnam, Indra memberi pembelaan untuk Egy Maulana. Pelatih 56 tahun itu meminta masyarakat Indonesia untuk menyalahkannya karena terus memberi kepercayaan kepada Egy Maulana.

Egy Maulana Vikri mendapat pembelaan dari Indra Sjafri.Egy Maulana Vikri mendapat pembelaan dari Indra Sjafri. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
"Itu tanggung jawab saya kapan dia [Egy Maulana] diganti dan tidak diganti, jadi jangan menyalahkan individu pemain. Semua tanggung jawab ada di tangan saya, jangan menyalahkan Egy Maulana, jangan menyalahkan Marinus Wanewar. Jangan menyalahkan individu pemain, itu tidak baik," ujar Indra.

"Pemain saya sudah berjuang, apa yang salah ya sepak bola begitu. Kalau tadi menang saya yakin tadi Egy Maulana tidak dinilai salah, ini kan karena ada kekalahan semuanya. Saya tidak mau menyalahkan individu pemain," sambung Indra.

Indra Sjafri: Jangan Salahkan Egy Maulana, Salahkan Saya
Kehadiran Egy Maulana sempat memberi rasa optimisme tinggi bagi pecinta Timnas Indonesia. Terlebih Indonesia berhasil menjadi juara Piala AFF u-22 2019 tanpa kehadiran Egy Maulana atau Saddil Ramdani yang tidak bisa meninggalkan klub.

Egy Maulana tidak mampu membalas harapan besar. Egy Maulana justru menjadi salah satu pemain Timnas Indonesia U-23 yang penampilannya buruk di Kualifikasi Piala Asia U-23 2020. Namun, Indra tetap memberikan pembelaan.

"Mengapa keputusan itu diambil, karena semua keputusan pemain siapa yang harus diturunkan siapa yang diganti itu keputusan pelatih. Karena orang di luar hanya tahu kulit-kulitnya saja, tidak tahu dalamnya," ujar Indra. (sry/jal)