Legenda Timnas: Hancur Sepak Bola Kita Jika Kalah dari Brunei

CNN Indonesia | Senin, 25/03/2019 15:55 WIB
Legenda Timnas: Hancur Sepak Bola Kita Jika Kalah dari Brunei Timnas Indonesia gagal melaju ke putaran final Piala Asia U-23 2020. (ANTARA FOTO/R. Rekotomo)
Jakarta, CNN Indonesia -- Legenda Timnas Indonesia, Hermansyah, meminta Indra Sjafri mengoreksi diri setelah Timnas Indonesia U-23 gugur dalam Kualifikasi Piala Asia U-23 2020 di Vietnam. Hermansyah juga berharap Indonesia tidak kalah dari Brunei Darussalam di laga terakhir.

Timnas Indonesia U-23 gagal lolos ke putaran final Piala Asia setelah kalah dengan skor tipis 0-1 dari tuan rumah Vietnam. Ini adalah kekalahan kedua usai tumbang dari Thailand dengan skor 0-4 pada laga perdana di Grup K.

"Indra Sjafri harus jangan merasa dirinya hebat. Dan pemain-pemain sekarang bukan seperti dulu, [pemain Timnas Indonesia U-23] harus ada rasa kebangsaan dan nasionalisme. Kalau tidak, akan seperti ini [gagal lolos kualifikasi Piala Asia U-23 2020]," kata Herman kepada CNNIndonesia.com pada Senin (25/3).


Timnas Indonesia U-23 masih harus melakoni laga terakhir lawan Brunei dalam Grup K Kualifikasi Piala Asia U-23 di Stadion Nasional My Dinh pada Selasa (26/3). Herman ingin tim asuhan Indra Sjafri bisa meraih kemenangan pertama di laga tersebut.

"Kalau kalah lawan Brunei, hancur sepak bola kita. Khususnya Indra Sjafri harus koreksi diri, jangan jemawa," ucap Hermansyah.

Hermansyah (kiri) pernah menjadi salah satu pilar Timnas Indonesia. (CNN Indonesia/Arby Rahmat Putratama)
Lebih lanjut Herman menilai penampilan puncak Timnas Indonesia U-23 berada di Piala AFF U-22, ketika menjadi kampiun dalam kejuaraan antarnegara ASEAN itu.

Atas prestasi itu Marinus Wanewar dan kawan-kawan diundang Presiden Republik Indonesia Joko Widodo ke Istana Negara. Di sana, Jokowi memberikan bonus Rp200 juta untuk masing-masing pemain dan ofisial.

"Ini anak-anak cepat puas. Terima bonus boleh, karena presiden tidak bisa jamin juga kalau pemain hidup susah. Tapi harus was-was juga [saat menjalani turnamen selanjutnya]," ucap Herman.

"Zaman dulu ada psikolog yang membantu pemain untuk menghadapi kesuksesan seperti itu. Saya bilang Timnas Indonesia U-23 harus mawas diri. Eh benar, kalah 0-4 dari Thailand dan 0-1 dari Vietnam di menit terakhir," ucapnya menambahkan.

Herman mengakui Indra Sjafri sebagai pelatih yang berpengalaman, namun tidak tepat dalam memilih pemain menjelang pertandingan.

"Hanya kadang-kadang jam terbang atau pengalaman belum main di pemain nasional itu jadi pengaruh. Saya melihat secara psikologi dan membaca dari wajah [Indra], ada rasa sombong sedikit. Seharusnya dia introspeksi," ujar dia.

"Pada saat Awan Setho grafiknya sudah drop, masukkan M. Riyandi. Jangan Satria Tama yang dari tim degradasi, faktor psikologi berpengaruh di sini," ucap Hermansyah. (nva/jal)