Fakhri mengatakan sampai sekarang masih belum bertugas secara resmi sebagai pelatih Timnas Indonesia U-19 karena masih menunggu segala proses administrasi selesai.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mantan pemain Timnas Indonesia U-16 berpotensi masuk ke dalam susunan pemain yang akan berlaga di Piala AFF U-19 2019. (AFC/Adam Aidil Padali) |
Fakhri menyampaikan tidak masalah pemain Indonesia bermain di Inggris atau Spanyol. Ia yakin pemain bagus tidak akan kesulitan adaptasi.
"Yang belum ada sama sekali itu dari PPLP [Pelatihan Tingkat Dasar bagi Pelatih Pusat Pengembangan Latihan Pelajar] dan PPLPD [Pusat Pengembangan Latihan Pelajar Daerah]. Prioritas 2001, saya akan membuka peluang sebanyak mungkin," ujarnya melanjutkan.
Pemusatan Latihan
Lebih lanjut, Fakhri mengaku sudah berdiskusi dengan PSSI agar bisa mulai melakukan seleksi pemain pada April, dan pemusatan latihan (TC) pada Juni. Namun, hingga kini ia belum mengetahui lokasi pemusatan latihan tersebut.
"PSSI sampai sekarang belum punya tempat training center. Ketika saya melatih Timnas Indonesia U-16, kami pindah beberapa kali mulai dari Kopassus [Cijantung], Sidoarjo, Kuala Lumpur. Saya berharap kali ini bisa pemusatan latihan di Indonesia," tutur Fakhri.
"Inpres [Instruksi Presiden] No.3 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Sepak Bola Nasional jangan jadi beberapa lembar kertas saja, harus jelas eksekusinya. Jangan sampai PSSI dan pemerintah jalan sendiri-sendiri sehingga sampai kiamat tempat TC tidak terwujud," tuturnya kembali.
"Rencana di Sidoarjo, tidak di Kopassus dan KL [Kuala Lumpur]," kata Gatot. (nva/jal)
Mantan pemain Timnas Indonesia U-16 berpotensi masuk ke dalam susunan pemain yang akan berlaga di Piala AFF U-19 2019. (AFC/Adam Aidil Padali)