Jokdri Ditahan, Kemenpora Sudah Ingatkan PSSI Sejak 2015

CNN Indonesia | Rabu, 27/03/2019 01:00 WIB
Jokdri Ditahan, Kemenpora Sudah Ingatkan PSSI Sejak 2015 Gatot S Dewa Broto (ketiga dari kanan) dan Joko Driyono (ketiga dari kanan). (CNN Indonesia/M. Arby Rahmat)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora) Gatot S Dewa Broto mengatakan prihatin atas penahanan eks Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono oleh pihak kepolisian dan sudah mengingatkan PSSI sejak 2015.

Kemenpora, disebut Gatot, prihatin atas penahanan yang dilakukan terhadap pria yang kerap disebut Jokdri itu. Mantan Sekretaris Jenderal yang juga Mantan CEO PT Liga menjadi tersangka kasus perusakan, penghilangan dan penghancuran barang bukti dugaan pengaturan skor atas laporan Mantan Manajer Persibara Banjarnegara, Lasmi Indaryani. Dia ditahan selama 20 hari sejak Senin (25/3) sampai 13 April mendatang.

"Ya kami turut prihatin dengan kejadian ini. Tapi kan di sisi lain, Kemenpora sudah mengingatkan kepada PSSI sejak tahun 2015. Dan kemudian dipertegas lagi pada saat Satgas ini bergerak, waktu saya dipanggil, komitmen Kemenpora tidak berubah. Kami membantu sepenuhnya," terang Gatot kepada wartawan di Kantor Kemenpora, Selasa (26/3).


Sebelum ditahan, Jokdri sudah memberikan tugas kepada anggota Exco, Gusti Randa untuk menjalankan roda organisasi PSSI sehari-hari. Menurut Gatot, PSSI harus menghidupkan kepemimpinan sesuai statuta, bukan berdasarkan penasfsiran pribadi seseorang.

Jokdri Ditahan, Kemenpora Sudah Ingatkan PSSI Sejak 2015Joko Driyono menjadi tahanan di Polda Metro Jaya. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)
Penugasan Gusti Randa yang dilakukan Jokdri disebut Gatot juga membingungkan publik. Sebab selama ini PSSI berdalih dibalik statuta FIFA, kenyataannya malah melanggar statuta itu sendiri.

Jokdri Ditahan, Kemenpora Sudah Ingatkan PSSI Sejak 2015
Gatot meminta PSSI untuk kembali ke statuta dan perubahan pada regulasi korporasi di PSSI itu sendiri.

"PSSI tidak boleh berhenti hanya karena Pak Joko ditahan. PSSI harus memfungsikan elemen-elemen di pucuk pimpinannya. Soal KLB [Kongres Luar Biasa] itu terserah mereka, tapi ketentuannya di Statua FIFA itu tidak boleh terlalu lama. Itu tiga bulan setelah Exco sepakat itu sudah bisa dilakukan," terangnya. (nva/nva)