Jonatan dan Anthony Waspada di Babak II Singapura Terbuka

nva, CNN Indonesia | Kamis, 11/04/2019 00:56 WIB
Jonatan dan Anthony Waspada di Babak II Singapura Terbuka Jonatan Christie akan hadapi pebulutangkis Malaysia pada babak kedua Singapura Terbuka 2019. (dok. PBSI)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dua pebulutangkis tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting, mewaspadai lawan yang akan dihadapi pada babak kedua Singapura Terbuka 2019, Kamis (11/4).

Jonatan melaju ke babak kedua dengan menumbangkan salah satu wakil Thailand Khosit Phetpradab dalam laga sengit yang berlangsung selama tiga gim.

Melewati babak pertama dengan susah payah, pebulutangkis peringkat delapan dunia itu mengaku bermain kurang sabar. Pada babak kedua, Jonatan akan berupaya lebih siap ketika menghadapi Lee Zii Jia.


Rekor tak pernah kalah dalam tiga laga sebelumnya menghadapi Zii Jia tidak dianggap sebagai keuntungan oleh Jonatan.

Jonatan dan Anthony Waspada di Babak II Singapura TerbukaAnthony Sinisuka Ginting berhadapan dengan lawan yang mengalahkannya di babak pertama Malaysia Terbuka 2019. (AFP PHOTO / STR)
"Lee Zii Jia punya kemampuan menyerang yang cukup baik. Saya harus waspadai itu juga karena di sini anginnya nggak bisa diprediksi, jadi saya harus lebih pintar untuk menggunakan stroke dan pola permainan," ujar Jonatan dikutip dari situs resmi PBSI.

Selain Jonatan, tunggal putra Indonesia lain yang melaju ke babak kedua adalah Anthony Ginting. Pada babak pertama, unggulan ketujuh itu menundukkan perlawanan Wang Tzu Wei dua gim langsung.

Jonatan dan Anthony Waspada di Babak II Singapura Terbuka
Lawan yang lebih berat menanti Anthony pada babak kedua, yakni Kenta Nishimoto. Pada Malaysia Terbuka awal April lalu, Anthony langsung tumbang di babak pertama karena kalah dari Nishimoto. Pebulutangkis Jepang itu unggul 2-1 dalam tiga pertemuan dengan tunggal putra terbaik Indonesia saat ini.

"Yang pasti lebih belajar lagi dari kemarin di Malaysia. Bagaimana bisa menjaga poinnya, di gim ketiga pas penentuan, bisa menyusul tapi sudah kalah jauh. Saya harus coba buat lebih sabar lagi dan menikmati permainan. Harus diingat bahwa lawan Jepang itu tidak mudah, dengan siapa saja. Harus siap capek dan siap susah," jelas Anthony.

"Kemarin di Malaysia ada faktor menang kalah angin. Waktu kalah angin saya bisa enak mainnya. Tapi pas menang angin, saya kurang bisa mengontrol. Dia lebih baik dari saya saat mengontrol kondisi tersebut. Besok lebih disiapkan mengenai pikiran dan strategi main di lapangan," tambahnya. (nva/nva)