Analisis

Cardiff vs Liverpool: Demi Liga Inggris yang Seru

Ahmad Bachrain, CNN Indonesia | Minggu, 21/04/2019 08:58 WIB
Cardiff vs Liverpool: Demi Liga Inggris yang Seru Harapan ditujukan kepada Liverpool agar Liga Inggris tak ikut monoton. (REUTERS/Phil Noble)
Jakarta, CNN Indonesia -- Hanya Liverpool masih punya antidot gejala-gejala liga yang membosankan musim ini. Ya, tim arahan Juergen Klopp berpeluang besar menghentikan fenomena monoton dari lima liga top Eropa musim ini.

Gejala monoton itu sudah menerpa Liga Italia 2018/2019. Juventus lebih cepat memastikan gelar juara Liga Italia Serie A musim ini usai mengalahkan Fiorentina 2-1 pada pekan ke-33 di Stadion Allianz, Sabtu (20/4) malam waktu setempat.

Ini merupakan gelar kedelapan kali secara beruntun yang diraih Si Nyonya Tua. Begitu pula gelar pertama bagi Cristiano Ronaldo merumput di kompetisi kasta tertinggi Liga Italia 2018/2019.


"Membosankan," begitu kicauan sejumlah netizen di media sosial, tak terkecuali bagi para fan Juventus, merespons sukses Si Nyonya Tua.

Dianggap membosankan karena Juventus dianggap tak memiliki lawan yang benar-benar bisa menandingi mereka di Liga Italia. Tengok saja Napoli yang berada di peringkat kedua, saat ini terpaut 20 poin dari Juventus yang sudah mengantongi 87 poin.

Meski Napoli masih menyisakan enam laga lagi, mereka sudah dipastikan tak mampu mengejar I Bianconeri yang menyisakan lima laga lagi.

Cristiano Ronaldo meraih kemenangan pertama di Liga Italia, kemenangan delapan kali beruntun bagi Juventus.Cristiano Ronaldo meraih kemenangan pertama di Liga Italia, kemenangan delapan kali beruntun bagi Juventus. (Foto: REUTERS/Massimo Pinca)
Kebosanan itu pun bakal menjalar di Liga Spanyol. Barcelona diambang juara La Liga Spanyol 2018/2019. Usai mengalahkan Real Sociedad 2-1, Blaugrana hanya membutuhkan dua kemenangan lagi untuk memastikan titel juara.

Blaugrana lanjut bertandang ke markas Deportivo Alaves pada Selasa (23/4) malam waktu setempat. Berikutnya, mereka akan menjamu Levante pada Sabtu (27/4) malam waktu setempat.

Peluang bagi Barca untuk memenangkan dua laga itu amat besar. Pasalnya, dua lawannya itu bisa dibilang bukan tandingan Lionel Messi dan kawan-kawan. Alaves saat ini ada di peringkat kedelapan, sedangkan Levante hanya satu tingkat dari zona degradasi.

Setelah krisis tak kunjung usai dialami Real Madrid musim ini, Atletico Madrid yang seharusnya bisa menandingi Barcelona. Namun, rival sekota Los Blancos itu tetap kepayahan mengejar tim arahan Ernesto Valverde.

Atletico yang saat ini duduk di posisi kedua, tertinggal 10 poin dari Barcelona di puncak klasemen sementara Liga Spanyol 2018/2019. Los Rojiblancos pernah memiliki kesempatan untuk mengganggu laju Barca saat bertandang di Camp Nou pada pekan ke-31. Namun, upaya mereka berakhir dengan kekalahan 0-2.

Tim arahan Diego Simeone seolah sudah hampir 'melempar handuk' untuk menghentikan Barcelona kembali meraih juara di Liga Spanyol musim ini.

Barcelona hanya butuh dua kemenangan lagi untuk juara La Liga Spanyol musim ini. (Barcelona hanya butuh dua kemenangan lagi untuk juara La Liga Spanyol musim ini. (Foto: REUTERS/Albert Gea)
Situasi tak jauh berbeda di Ligue 1 Prancis. Paris Saint Germain (PSG) berpeluang memperpanjang rekor juara enam kali beruntun di kompetisi itu sejak musim 2012/2013.

PSG saat ini memang tengah melempem lantaran gagal meraih kemenangan tiga kali beruntun di Ligue 1. Mereka kalah dari Nantes 0-2 dan Lille 1-5 setelah imbang 2-2 lawan Strasbourg.

Meski demikian, PSG yang masih bercokol di puncak klasemen dengan mengantongi 81 poin, masih berjarak 17 poin dari Lille. Hanya sekali kemenangan lagi bagi Les Parisiens untuk meraih gelar juara.

Gejala monoton juga melanda Bundesliga Jerman dengan dominasi Bayern Munchen yang sulit ditandingi lawan-lawannya. Munchen bakal mengejar rekor tujuh kali kemenangan beruntun di kompetisi tersebut.

Bayern Munchen yang menyisakan enam laga lagi dengan 70 poin saat ini selisih empat poin dari Borussia Dortmund yang masih menyisakan tujuh laga. Persaingan juara Bundesliga Jerman pun lebih panas dibandingkan Spanyol dan Prancis karena peluang Munchen tersalip masih cukup besar.

Gejala juara 'itu-itu lagi' bisa menyelimuti Liga Inggris 2018/2019. Manchester City yang kembali menggeser Liverpool dari puncak klasemen pekan ini, memiliki peluang besar untuk meraih juara mengulangi sukses musim lalu.

PSG saat ditahan imbang Strasbourg 2-2 di Ligue 1 Prancis. (PSG saat ditahan imbang Strasbourg 2-2 di Ligue 1 Prancis. (Foto: Anne-Christine POUJOULAT / AFP)
The Citizens pun sukses kembali memberikan tekanan kepada The Reds setelah mereka mengalahkan Tottenham Hotspur 1-0, Sabtu (20/4). Padahal, Spurs diharapkan menjadi salah satu dari 'Big Six' di Liga Inggris yang menjegal langkah Man City.

Meski demikian peluang tim arahan Pep Guardiola disalip Liverpool di tikungan terakhir masih sangat besar. Pasalnya, dua tim itu hanya selisih satu poin dengan 86 poin yang dikoleksi Man City dan tinggal menyisakan empat laga lagi.

The Reds juga masih bisa kembali ke puncak klasemen jika berhasil mengalahkan Cardif City, Minggu (21/4) malam waktu setempat.

Jangan Sampai Liga Inggris Ikut Monoton, Liverpool
Cardiff yang berstatus sebagai tuan rumah akan tampil habis-habisan keluar dari zona degradasi. Namun, tim arahan Juergen Klopp tampaknya bukan tandingan mereka.

Tak ayal hanya Mohamed Salah dan kawan-kawan tampaknya yang masih bisa memberikan tekanan hingga akhir kepada Man City dibandingkan empat kompetisi top Eropa lainnya. Harapan kepada Liverpool pun semakin mencuat untuk mencegah The Citizens kembali meraih juara.

Mereka harus menyapu sisa empat laga dengan kemenangan. Persaingan akan tetap terjaga apabila pada laga lawan Cardiff, The Reds bisa menang.

Bukan hanya kepada Liverpool, harapan itu juga tampaknya dibebankan ke Manchester United meski sudah tak berpeluang juara di Liga Primer Inggris musim ini. Setan Merah diharapkan bisa menjegal rival sekota mereka di Stadion Old Trafford pada Rabu (24/4) malam waktu setempat untuk memuluskan langkah The Reds juara. (har)