Analisis

Liverpool Beruntung Cardiff Blunder

bac, CNN Indonesia | Senin, 22/04/2019 08:59 WIB
Liverpool Beruntung Cardiff Blunder Liverpool masih dinaungi keberuntungan dengan blunder Cardiff City. (Reuters/Carl Recine)
Jakarta, CNN Indonesia -- Liverpool masih berada di jalur kemenangan. Skuat arahan Juergen Klopp kembali ke puncak klasemen sementara Liga Inggris 2018/2019 usai mengalahkan Cardiff City 2-0 pada laga ke-35 mereka di Stadion Cardiff, Minggu (21/4).

Sebanyak dua gol kemenangan The Reds dibukukan Georginio Wijnaldum pada menit ke-56 dan eksekusi penalti James Milner (81).

Mohamed Salah dan kawan-kawan berhasil menggeser kembali Manchester City dari posisi teratas dengan meraih 88 poin atau selisih dua poin dari rival terdekatnya itu.


Meski menjaga tren positif, performa The Reds tampaknya tidak mencerminkan hasil yang didapat. Penampilan para pemain Liverpool tak gereget seperti biasanya, terutama di lini depan.

Masalah penyelesaian akhir yang sempat menguasai Liverpool di laga itu. Tengok saja pada babak pertama, tak satu pun peluang emas berbuah gol.

Salah satu peluang emas yang seharusnya menjadi gol ada di kaki Roberto Firmino pada babak itu. Ia mendapatkan ruang begitu terbuka untuk mencetak gol dari luar kotak penalti. Namun, bola sepakan kaki kirinya pada menit ke-22 masih melenceng tipis di atas mistar gawang.

Gol pertama Liverpool yang dicetak Georginio Wijnaldum. (Gol pertama Liverpool yang dicetak Georginio Wijnaldum. (Foto: REUTERS/Rebecca Naden)
Peluang emas lainnya datang dari kaki Mohamed Salah. Ia melepaskan tembakan keras di dalam kotak penalti pada menit ke-34, tapi masih ditepis kiper Cardiff Neil Etheridge.

Salah juga terlihat tak bisa berkutik lolos dari kepungan para bek Cardiff. Beberapa kali aksinya untuk menembus pertahanan The Bluebirds kandas begitu saja.

Total 17 tembakan yang dilepaskan The Reds sepanjang laga berdasarkan catatan Whoscored. Namun, mereka hanya berhasil mengarahkan enam tembakan tepat sasaran dan hanya satu kali berbuah gol selain eksekusi penalti James Milner. Sebanyak delapan lainnya melenceng dan tiga di antaranya diblok pertahanan lawan.

Liverpool susah payah mengalahkan tim zona degradasi, Cardiff City. (Liverpool susah payah mengalahkan tim zona degradasi, Cardiff City. (Foto: REUTERS/Rebecca Naden)
Sebaliknya, skuat besutan Neil Warnock beberapa kali mampu memberikan meski hanya mencatatkan tujuh tendangan dan dua di antaranya tepat sasaran.

Liverpool pun tampaknya kali ini dinaungi keberuntungan karena blunder yang dilakukan tuan rumah. Bisa dibilang, dua gol The Reds tercipta karena keteledoran The Bluebirds.

Sebut saja gol pertama yang dicetak Wijnaldum pada menit ke-56 memanfaatkan assist dari Trent Alexander-Arnold. Wijnaldum luput dari pengawasan lini belakang Cardiff di dalam kotak penalti.

Gol tersebut juga tercipta berkat kejelian gelandang The Reds itu melihat celah di pertahanan Cardiff. Ia langsung menyepak bola ke arah gawang Etheridge di sisi sebelah kanan tanpa mengontrol bola lebih dulu menerima umpan silang datar dari Alexander-Arnold.

Gol kedua Liverpool melalui eksekusi penalti juga karena blunder bek Cardiff, Sean Morrison. Ia menjatuhkan Salah dengan tangannya di dalam kotak penalti sehingga wasit Martin Atkinson menunjuk titik putih ke gawang Etheridge.

Liverpool Beruntung Cardiff Blunder
James Milner yang menjadi algojo penalti sukses menjebol gawang Cardiff dan menambah skor keunggulan menjadi 2-0 untuk Liverpool.

Liverpool juga beruntung karena Cardiff jauh lebih buruk dari mereka dalam penyelesaian akhir. Tercatat ada dua percobaan Si Burung Biru yang membuat The Reds nyaris kebobolan.

Peluang pertama ada di pengujung babak pertama berawal dari kesalahan Alisson Becker dalam menghalau bola. Upaya kiper Liverpool itu untuk meninju bola malah mengarah ke kaki Joe Ralls.

Penyerang Cardiff itu pun langsung meneruskan bola mengumpan ke arah Oumar Niasse. Sang striker segera melepaskan sepakan bola voli, namun berhasil ditepis Becker yang segera kembali ke posisinya yang ideal di depan gawang.

Cardiff kembali hampir membuat gawang Liverpool kebobolan pada menit ke-66. Becker kembali melakukan kesalahan gagal menepis umpan sepak pojok Cardiff.

Sundulan Sean Morrison melenceng ke sisi kiri gawang Liverpool. (Sundulan Sean Morrison melenceng ke sisi kiri gawang Liverpool. (Foto: REUTERS/Rebecca Naden)
Bola kemudian tepat mengarah ke kepala Morrison, namun sundulan bek The Bluebirds itu malah melenceng ke sisi kiri gawang Liverpool. Padahal, mulut gawang sudah melompong lantaran Becker salah ambil keputusan.

Seandainya Morrison bisa cetak gol, ceritanya bakal berbeda bagi tim tamu.

Tekanan dari Duo Manchester

Secara keseluruhan, Liverpool memang seolah tak mampu mengendalikan permainan lawan Cardiff. Padahal, lawan yang dihadapi belum bisa beranjak dari zona degradasi di Liga Inggris 2018/2019.

Duo Manchester agaknya sedikit-banyak mampu memberikan tekanan psikis bagi The Reds. Tekanan pertama diberikan Manchester City.

Kemenangan The Citizens atas Tottenham Hotspur 1-0 di Stadion Etihad, Sabtu (20/4), mungkin membuat The Reds sedikit goyah. Pasalnya, rival terdekatnya itu mampu mengatasi batu sandungan dari salah satu tim 'big six' di Liga Primer Inggris.

Berikutnya kekalahan telak Manchester United atas Everton 0-4 juga tampaknya secara tidak langsung membuat The Reds cemas.

Manchester United dibantai Everton 0-4. (Manchester United dibantai Everton 0-4. (Foto: REUTERS/Andrew Yates)
Pasalnya, Setan Merah sejatinya diharapkan jadi ganjalan berikutnya bagi skuat besutan Pep Guardiola. Setelah mengalahkan Tottenham. Man City dijadwalkan melawan Man United di Stadion Old Trafford, Rabu (24/4) malam waktu setempat.

Kekalahan telak Setan Merah atas Everton tentu membuat tim itu diragukan bisa menjegal rival sekotanya tersebut. Kondisi itu pula yang bisa jadi membuat The Reds mulai dilanda kecemasan sehingga sedikit berpengaruh dan membuat mereka susah payah lawan tim penghuni zona degradasi. (nva)