Analisis

Maaf Man United, Kamu Terlihat Medioker

Haryanto Tri Wibowo, CNN Indonesia | Senin, 22/04/2019 06:29 WIB
Maaf Man United, Kamu Terlihat Medioker Ole Gunnar Solskjaer mengalami kekalahan paling telak ketika bertandang ke Everton. (Action Images via Reuters/Jason Cairnduff)
Jakarta, CNN Indonesia -- Manchester United terlihat seperti tim medioker ketika dibantai Everton 0-4 pada lanjutan Liga Primer Inggris di Goodison Park, Minggu (21/4). Sebuah penampilan yang pastinya membuat Sir Alex Ferguson sangat malu.

Bermain tanpa tempo, tanpa energi, minim kerja sama tim, dan terlihat malas-malasan. Itulah yang diperlihatkan Man United ketika dikalahkan Everton. Tim asuhan Ole Gunnar Solskjaer itu sudah ada dalam tekanan Everton sejak kickoff babak pertama dilakukan.
Gol-gol dari Richarlison, Gylfi Sigurdsson, Lucas Digne, dan Theo Walcott memastikan kemenangan 4-0 Everton atas Man United. Ini adalah kekalahan keenam Man United dalam delapan pertandingan terakhir di semua kompetisi.

Jika melihat statistik pertandingan, Man United jelas pantas kalah. The Red Devils seperti tidak memiliki senjata untuk menghadapi Everton. Di babak pertama Man United tidak mampu melakukan shot on target. Man United baru mampu melepaskan tendangan ke arah gawang Jordan Pickford pada menit ke-86, ketika tendangan Anthony Martial terlalu lemah dan mudah ditangkap.

Dari delapan usaha tembakan Man United, hanya satu yang tepat sasaran. Sementara Everton melepaskan 15 usaha tembakan, delapan tepat sasaran, dan 50 persen di antaranya menjadi gol ke gawang Man United.


Maaf Man United, Kamu Terlihat MediokerDavid de Gea kebobolan empat kali saat bertandang ke Goodison Park. (REUTERS/Jason Cairnduff)
Kalah-menang dalam pertandingan sepak bola adalah hal yang biasa. Tapi, kalah tanpa memberikan perlawanan seperti yang ditunjukkan Man United saat dibantai Everton jelas mengecewakan dan tidak bisa diterima. Di era Sir Alex Ferguson pemandangan seperti di Goodison Park pasti tidak akan pernah terjadi.

Tanpa mengurangi rasa hormat kepada Everton, kemenangan 4-0 bisa tercipta lebih kepada karena permainan Man United yang sangat buruk. Mungkin yang terburuk sepanjang era Liga Primer Inggris. Paul Pogba terlihat sangat malas-malasan dalam bermain. Man United terlihat seperti tim medioker. Padahal Man United (£716,4 juta) merupakan tim termahal kedua di Liga Inggris setelah Manchester City (£1,02 miliar).

Salah umpan sering terjadi, tidak niat membangun menyerang, tidak melakukan tekanan, dan tidak melakukan cover untuk menutup ruang ketika Everton memiliki peluang menembak dari luar kotak penalti. Itu yang terlihat ketika Sigurdsson dan Digne membobol gawang David de Gea.

Maaf Man United, Kamu Terlihat Medioker
Statistik Opta mencatat, para pemain Man United berlari 8,03 kilometer lebih sedikit dari Everton. Catatan itu merupakan yang terburuk sejak kekalahan 0-3 dari Tottenham Hotspur pada Agustus 2018 (10,2 kilometer). Total, Man United berlari lebih sedikit dari tim lawan di 15 pertandingan dalam 17 laga Liga Primer Inggris di bawah asuhan Solskjaer.

Statistik di atas mungkin tidak ada artinya jika Man United mampu bermain efisien dan mencetak gol. Tapi, kenyataannya Man United bermain dengan sangat malas ketika dibantai Everton. Tidak ada keinginan untuk mencetak gol dan meraih kemenangan.

PR Solskjaer

Jika melihat penampilan ketika kalah telak dari Everton, Man United jelas memiliki masalah besar. Masalah itu lebih dalam dari sekadar keberadaan Solskjaer di kursi pelatih. Pasalnya, Man United sempat meraih sukses hebat di awal Solskjaer berada di Old Trafford sebagai manajer.

Ketika Solskjaer masih berstatus sebagai interim, Man United sukses meraih 14 kemenangan, dua kali imbang dan hanya tiga kali kalah. Catatan itu membuat Solskjaer memiliki persentase kemenangan sebesar 73,7 persen. Namun, semuanya berubah sejak pelatih 46 tahun itu ditunjuk jadi manajer permanen.

Sejak saat itu Man United menelan empat kali kekalahan dan dua kali menang dari enam pertandingan. Itu artinya Man United sudah mengalami kekalahan lebih banyak hanya dalam enam pertandingan ketika Solskjaer menjadi manajer permanen ketimbang dia masih berstatus sebagai manajer interim.

Maaf Man United, Kamu Terlihat MediokerManchester United gagal masuk zona empat besar setelah kalah dari Everton. (REUTERS/Andrew Yates)
Penurunan grafik permainan Man United muncul beriringan dengan sejumlah rumor kepindahan pemain bintang. Mulai dari rumor kepindahan Paul Pogba, David de Gea, Juan Mata, Ander Herrera, Romelu Lukaku, hingga Marcus Rashford.

Menariknya, sejumlah pemain yang disebutkan di atas juga tampil buruk saat dikalahkan Everton. Kecuali Mata dan Herrera yang tidak dimainkan, Pogba, De Gea, Lukaku, dan Rashford tampil buruk dan tidak meyakinkan. Kritik terbesar pantas diberikan kepada Pogba dan Lukaku yang seakan-akan sengaja tampil buruk saat melawan Everton.

Solskjaer harus berani mengambil keputusan pada pertandingan berikutnya melawan Man City, Rabu (24/4). Mantan pelatih Molde itu punya opsi menurunkan pemain yang musim ini lebih sering berstatus sebagai cadangan ketimbang menurunkan pemain yang hatinya sudah tidak ada di Old Trafford. Pemain-pemain seperti Scott McTominay dan Andreas Pereira justru bermain lebih militan saat baru diturunkan di babak kedua.

Perubahan harus dilakukan Solskjaer, setidaknya untuk mengamankan Man United masuk zona Liga Champions akhir musim ini sebelum melakukan perubahan skuat musim depan. Man United beruntung karena Arsenal juga kalah dari Crystal Palace. Kondisi itu membuat peluang The Red Devils menembus empat besar masih terbuka lebar dengan empat laga tersisa.

Jika perubahan tidak segera dilakukan, maka rekor-rekor buruk akan terus didapat Man United. Rekor buruk terakhir yang didapat Man United adalah Tim Setan Merah untuk kali pertama dalam sejarah Liga Primer Inggris kebobolan 48 gol dalam satu musim. (nva)