Guardiola Anggap Markas Man United Tak Lagi Menakutkan

CNN Indonesia | Rabu, 24/04/2019 01:00 WIB
Guardiola Anggap Markas Man United Tak Lagi Menakutkan Manajer Manchester City Pep Guardiola menganggap markas Manchester United tak lagi menakutkan. (Reuters/Carl Recine)
Jakarta, CNN Indonesia -- Manajer Manchester City, Pep Guardiola, menganggap markas Manchester United di Stadion Old Trafford, tak lagi menakutkan.

Man City akan kembali menghadapi adangan bertandang ke kandang Setan Merah pada laga pekan ke-35 Liga Inggris 2018/2019, Rabu (24/4) malam waktu setempat, demi perburuan gelar juara.

Guardiola pun menilai Man United bukan lagi tim yang sulit dikalahkan. Dia menegaskan optimistis bisa mencuri tiga poin di Old Trafford.


"Alasannya adalah fakta bahwa klub ini [Man city] telah berkembang pesat dalam satu dekade dan tidak menakutkan lagi untuk bermain di sana [Old Trafford]," ujar Guardiola dalam jumpa pers jelang pertandingan dikutip dari Daily Mail.

"Sebelumnya mungkin lebih sulit. Para pemain yang dimiliki Man City selama satu dekade ini membuat pertandingan ini [derby Manchester] sedikit lebih seimbang."
Manchester United saat menjamu Manchester City musim lalu. (Manchester United saat menjamu Manchester City musim lalu. (Foto: REUTERS/Darren Staples)
Sebelumnya, The Citizens berhasil melewati adangan berat dengan mengalahkan salah satu tim besar di Liga Inggris, Tottenham Hotspur, dengan skor 1-0 di Stadion Etihad.

Guardiola juga mengatakan bukan perkara sulit lagi mengalahkan Man United di stadion berjuluk the Theatre of Dreams itu.

"Sudah tiga musim sejak saya di sini, kami bermain lebih baik dari mereka tapi kami punya target memenangkan gelar [juara Liga Inggris], bukan mengalahkan [Manchester] United," ucap Guardiola.

Man City akan menghadapi rival sekota yang saat ini membawa luka mendalam usai dibantai Everton 0-4. Namun, Guardiola tak lantas menganggap remeh lawannya itu.

Guardiola Anggap Markas Man United Tak Lagi Menakutkan
"Saya tidak ingin membuat teori tentang apa yang sudah terjadi di masa lalu dibandingkan dengan yang akan terjadi. Setiap pertandingan jelas sekali berbeda," tutur mantan pelatih Barcelona dan Bayern Munchen itu. (bac/bac)