Mourinho Iri dengan Klopp dan Guardiola

CNN Indonesia | Jumat, 03/05/2019 02:44 WIB
Mourinho Iri dengan Klopp dan Guardiola Jose Mourinho menegaskan klub berikutnya harus benar-benar menjelaskan dengan detail tentang tujuan dan keinginan mereka. (REUTERS/Phil Noble)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan manajer Manchester United Jose Mourinho menyatakan dirinya iri dengan Pep Guardiola dan Juergen Klopp.

Mourinho yang saat ini sedang tak punya klub menetapkan syarat yang cukup jelas bagi klub yang ingin meminangnya di musim mendatang. Bagi Mourinho, sosok Klopp dan Guardiola adalah sosok yang cukup jelas untuk dijadikan standar kondisi manajer.

"Saya ingin pergi ke sebuah klub yang memiliki kondisi seperti yang ada pada Juergen Klopp dan Pep Guardiola. Jika kalian melihat Liverpool, berapa banyak dari mereka yang sudah ada ketika Juergen datang? Hanya beberapa."


"Ketika Juergen Klopp tidak memenangkan apapun pada 3,5 tahun pertama, ia masih punya kepercayaan, masih memiliki keyakinan. Ia ada dalam kondisi yang mendorongnya untuk terus mencoba," kata Mourinho dalam wawancara dengan BEIN Sports, dikutip dari AS.

Jose Mourinho iri dengan situasi yang didapatkan Juergen Klopp dan Pep Guardiola.Jose Mourinho iri dengan situasi yang didapatkan Juergen Klopp dan Pep Guardiola. (REUTERS/Phil Noble)
Situasi yang sama juga didapatkan oleh Guardiola di Manchester City.

"Saat Pep tidak senang dengan kondisi full back, maka ia langsung bisa membeli empat bek yang ia suka di musim berikutnya. Ketika Pep membeli Claudio Bravo dan tak senang dengan Bravo, maka musim berikutnya ia merekrut Ederson," tutur Mourinho.

Mourinho merasa dirinya diperlakukan dengan sangat tidak adil sebagai pelatih lantaran ada beberapa hal yang terlalu dikaitkan oleh dirinya, termasuk cara main yang cenderung bertahan.

"Waktu orang mengingat Inter bermain di Barcelona dengan 10 pemain, maka orang bukan mengatakan pertunjukan bertahan yang hebat, melainkan strategi parkir bus."

Mourinho Iri dengan Klopp dan Guardiola
"Ketika saya di Chelsea dan menjadi juara, kami bukanlah tim terbaik di Inggris [di atas kertas]. Seorang pelatih harus bisa menjadi ahli strategi ketimbang mempertahankan filosofi. Saat Antonio Conte mengantar Chelsea jadi juara, mereka juga memainkan serangan balik. Namun karena itu bukan saya, maka hal tersebut tidak diingat," ungkap Mourinho.


Karena itu Mourinho telah menetapkan hati bahwa dirinya akan mengupas tuntas situasi di klub baru sebelum memutuskan tanda tangan.

"Saya tidak akan memulai pembicaraan tanpa mengetahui dengan jelas apa yang klub tersebut inginkan dan juga tentang persyaratan dan tujuan klub tersebut."
(ptr/sry)