Menerka Posisi Ideal Griezmann di Barcelona

CNN Indonesia | Kamis, 16/05/2019 19:00 WIB
Menerka Posisi Ideal Griezmann di Barcelona Antoine Griezmann bakal memberikan warna berbeda dalam permainan jika bergabung dengan Barcelona. (REUTERS/Javier Barbancho)
Jakarta, CNN Indonesia -- Antoine Griezmann sudah memutuskan pergi dari Atletico Madrid. Ia santer diberitakan bakal berlabuh di Barcelona musim depan.

Menurut media-media Spanyol, Griezmann dan Barcelona sudah mencapai kesepakatan pribadi sejak Maret lalu. Penyerang asal Prancis itu pun bersedia dapat gaji lebih kecil demi berseragam Blaugrana.

Praktis negosiasi Griezmann hanya tinggal bicara soal nilai transfer di antara Atletico dan Barcelona. Atletico bersedia melepas Griezmann apabila ada klub yang berani menebus klausul kontrak senilai €120 juta (Rp1,9 triliun).


Jika proses transfer beres, Griezmann akan jadi pembelian besar Barcelona lainnya menghadapi musim baru. Sebelumnya skuat asuhan Ernesto Valverde telah mendapatkan tanda tangan bintang muda Ajax Amsterdam, Frenkie de Jong.

Kedatangan Griezmann bakal membuat persaingan di lini depan Barcelona memanas. Potensi pemain yang jadi andalan musim lalu kehilangan posisi inti sangat terbuka. Griezmann termasuk kategori pemain serba bisa karena ia bisa dimainkan hampir di semua posisi di lini depan.

Menerka Posisi Ideal Griezmann di BarcelonaBarcelona dikabarkan bakal menjadi pelabuhan baru Antoine Griezmann. (REUTERS/Susana Vera)
Pemain 28 tahun itu pernah berperan sebagai penyerang sayap kiri maupun kanan. Meski demikian, potensi terbaik Griezmann ada di posisi penyerang utama.

Posisi itu pula yang membuat Griezmann sangat produktif di Atletico. Dari 120 kali tampil di posisi tersebut, ia mencetak 73 gol dan memberikan 26 assist.

Jumlah gol itu jadi yang terbanyak dibandingkan saat tampil di posisi lainnya. Griezmann mencetak 42 gol saat jadi penyerang bayangan, 38 gol di pos penyerang sayap kiri, dan 10 gol saat bermain sebagai penyerang sayap kanan.

Namun posisi serupa bakal sulit didapat Griezmann jika bergabung dengan Barcelona. Hal ini dikarenakan pelatih Barcelona Ernesto Valverde menggunakan sistem bermain yang berbeda ketimbang pelatih Atletico, Diego Simeone.

Valverde melanjutkan tradisi pelatih-pelatih Barcelona sebelumnya dengan memakai formasi 4-3-3 atau terkadang formasi alternatif 4-4-2 dengan menempatkan Lionel Messi dan Luis Suarez sebagai tombak kembar.

Menerka Posisi Ideal Griezmann di BarcelonaAntoine Griezmann bakal meninggalkan Atletico Madrid pada akhir musim ini. (REUTERS/Juan Medina)
Sedangkan di Atletico, Simeone menempatkan Griezmann dalam poros permainan timnya. Juru taktik asal Argentina kerap memakai formasi baku 4-4-2 yang membiarkan Griezmann bergerak bebas ke semua sisi lini serang.

Mengacu performa setiap pemain depan Barcelona musim lalu, peluang terbesar Griezmann adalah bermain sebagai penyerang sayap kiri. Hal ini dikarenakan kontribusi Philippe Coutinho maupun Ousmane Dembele tidak optimal di posisi tersebut.

Coutinho bermasalah dengan konsistensi sepanjang musim sehingga diisukan bakal dilepas ke klub lain pada akhir musim nanti. Sedangkan Dembele punya grafik penampilan yang lebih baik tetapi kerap absen karena cedera.

Posisi penyerang tengah sebenarnya juga bisa jadi milik Griezmann. Hanya saja, ia harus bersaing dengan penyerang asal Uruguay, Luis Suarez, yang sudah karatan di lini depan tim Catalonia.

Menerka Posisi Ideal Griezmann di Barcelona
Bicara kriteria, Suarez paling ideal bertugas sebagai targetman, pemantul bola, dan pemain oportunis yang bisa memberikan perbedaan di lini depan. Kendati demikian, Griezmann bisa memberikan warna lain dengan kemampuannya menjemput bola ke lini tengah. Salah satu aspek yang tidak dimiliki Suarez.

Satu-satunya posisi yang sulit jadi milik Griezmann adalah pos yang ditempati Lionel Messi. Peran La Pulga sulit digeser pemain apabila mengacu kontribusi gol dan assist sepanjang berkostum Barcelona.

Dari 685 pertandingan Messi berhasil mencetak 600 gol dan mengemas 241 assist. Peran Messi diperkirakan akan tetap dominan musim depan meski sudah berusia 31 tahun.

Kedatangan Griezmann sejatinya bisa menolong Messi agar permainan Barcelona tidak terlalu banyak bergantung kepada La Pulga. Fleksibilitas posisi Griezmann juga bisa memberikan Valverde berbagai solusi dalam merancang strategi musim depan. (jal)