Zohri Lolos Olimpiade: Semua Berkat Doa Masyarakat Indonesia

CNN Indonesia | Minggu, 19/05/2019 14:52 WIB
Zohri Lolos Olimpiade: Semua Berkat Doa Masyarakat Indonesia Lalu Zohri mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Indonesia usai lolos ke Olimpiade 2020. (REUTERS/Darren Whiteside)
Jakarta, CNN Indonesia -- Lalu Muhammad Zohri mengucapkan syukur dan terima kasih usai memastikan langkah ke Olimpiade 2020 di Tokyo.

Ia mengatakan keberhasilan meraih tiket Olimpiade tak lepas dari doa dan dukungan masyarakat Indonesia.

Zohri ke Olimpiade meski mendapatkan medali perunggu di nomor 100 meter ajang Seiko Golden Grand Prix 2019, Osaka, Minggu (19/5). Sprinter asal Lombok Utara itu lolos ke Olimpiade di Tokyo karena memenuhi syarat limit kecepatan.


Limit yang disyaratkan untuk lolos Olimpiade adalah minimal 10,05 detik. Sementara Zohri tembus 10,03 detik di Seiko Golden Grand Prix 2019.

Catatan itu membuat Zohri kembali memecahkan rekor nasional sekaligus Asia Tenggara untuk nomor 100 meter. Sebelumnya, Zohri membukukan waktu 10,13 detik pada ajang yang berlangsung di Qatar, April lalu.

Zohri ke Olimpiade: Semua Berkat Doa Masyarakat IndonesiaLalu Muhammad Zohri (kiri) berhasil meraih medali perunggu di kejuaraan Seiko Golden Grand Prix 2019. (ANTARA FOTO/INASGOC/Andika Wahyu)
"Pertama saya berterima kasih kepada masyarakat Indonesia, khususnya NTB [Nusa Tenggara Barat] atau KLU [Kabupaten Lombok Utara]. Saya bersyukur dan terima kasih kepada Tuhan. Saya terima kasih karena ini semua berkat doa kalian masyarakat Indonesia," ujar Zohri dikutip dari rilis PB PASI.

"Terima kasih juga khususnya kepada PB PASI dan jajarannya, terutama coach ibu Eni [Nuraeni Martodihardjo], coach Erwin, coach Farel, dan coach Fadlin serta teman-teman semua. Saya berterima kasih banyak, berkat doa dan dukungan kalian saya memberikan prestasi terbaik untuk Indonesia," sambung Zohri.

Zohri hanya berbeda 0,03 detik dari peraih medali emas, Justin Gatlin, asal Amerika Serikat. Di posisi kedua atau medali perak diraih sprinter tuan rumah Yoshinide Kiryu dengan 10,01 detik.

Zohri ke Olimpiade: Semua Berkat Doa Masyarakat Indonesia
Zohri sendiri belum bisa memenuhi ambisi menembus catatan waktu di bawah 10 detik. Target itu sempat diungkapkan pelatihnya, Eni Nuraeni, beberapa waktu lalu.

Zohri berstatus sebagai pelari undangan pada ajang di Osaka tersebut karena berprestasi bagus pada kejuaraan di Doha Qatar dengan meraih medali perak.

Di usianya yang masih 18 tahun, Zohri masih memiliki banyak kesempatan untuk menggapai targetnya tersebut, terutama level Olimpiade. (bac/har)