PASI Tak Bebankan Rekor untuk Lalu Zohri

CNN Indonesia | Selasa, 23/04/2019 16:53 WIB
PASI Tak Bebankan Rekor untuk Lalu Zohri Lalu Zohri tidak diberi beban berlebihan oleh PASI. (Jewel SAMAD / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekjen Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) Tigor Tanjung menyatakan tidak akan memberikan target berlebihan untuk Lalu Zohri.

Lalu Zohri jadi fenomena baru dalam dunia olahraga Indonesia. Keberhasilan Lalu Zohri jadi juara dunia junior pada 2018 merupakan sebuah kejutan luar biasa.

Selepas jadi juara dunia junior, Lalu Zohri menunjukkan bahwa ia bisa terus mengalami perkembangan signfikan. Catatan waktu Zohri semakin tajam. Di Kejuaraan Asia, Zohri sudah berhasil mencatat waktu 10,13 detik yang membuatnya memegang rekor sebagai pelari tercepat di Asia Tenggara saat ini.


Dengan usia masih 18 tahun, banyak yang mulai berharap Zohri bisa terus mempertajam catatan waktu, bahkan menembus waktu di kisaran sembilan detik dan bersaing di level atas dunia.

Namun Tigor menekankan bahwa PASI tidak akan langsung memberikan beban besar bagi Zohri yang masih tergolong atlet junior. Sebagai gambaran, rekor Asia ada di angka 9,91 detik yang dipegang oleh Femi Ogunode [Qatar] dan Su Bingtian [China]. Sedangkan rekor dunia dipegang oleh Usain Bolt dengan torehan 9,58 detik.

Lalu Muhammad Zohri tampil gemilang di Kejuaraan Asia dan meraih perak.Lalu Muhammad Zohri tampil gemilang di Kejuaraan Asia dan meraih perak. (Dok. PB PASI)
"Saya rasa jangan kejar ke situ, buat apa juga mengejar itu [rekor] kalau menyebabkan atletnya cedera?"

"Nanti pelan-pelan, usianya masih 18 tahun. Latihan harus tetap ringan, tidak boleh berat," ucap Tigor.

Bidik Lolos Olimpiade

Meski tidak membebankan target untuk memburu rekor, namun tetap ada target yang diberikan PASI kepada Zohri. PASI ingin melihat Zohri bisa lolos dan tampil di Olimpiade 2020.

Untuk bisa lolos ke Olimpiade, ada dua cara yang bisa ditempuh Zohri. Pertama, dengan menembus limit waktu 10,05 detik. Yang kedua, melalui jalur poin yang dikumpulkan dari kejuaraan internasional.

"Setelah ini, kelihatannya Zohri akan turun lagi pada Grand Prix Asia di China pada bulan Juni. Bila ia lolos ke Kejuaraan Dunia, maka ia akan main di Doha pada September. Setelah itu, Lalu Zohri akan menjalani masa istirahat," tutur Tigor.

PASI Tak Bebankan Rekor untuk Lalu Zohri
Demi lolos ke Olimpiade, Tigor menyatakan ada kemungkinan Lalu Zohri tidak berpartisipasi pada SEA Games 2019 bulan November-Desember mendatang.

"Sebenarnya tidak fokus ke sana [SEA Games], supaya [Lalu] bisa tercapai olimpiade ini. Kami harus cari pertandingan yang lebih tingi kelasnya supaya bisa kumpul skor/poin," ujar Tigor. (map/ptr)