Eks Timnas Indonesia Soal Hasil Pemilu: Jangan Terpecah

CNN Indonesia | Selasa, 21/05/2019 14:50 WIB
Eks Timnas Indonesia Soal Hasil Pemilu: Jangan Terpecah Mantan striker Timnas Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto, mengimbau segenap masyarakat agar jangan terpecah belah usai Pemilu 2019. (CNN Indonesia/Titi Fajriyah)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan penyerang Timnas Indonesia Kurniawan Dwi Yulianto enggan banyak berkomentar banyak soal kemenangan Jokowi-Ma'ruf atas Prabowo-Sandi dalam Pemilihan Umum (Pemilu) dan Pemilihan Presiden RI (Pilpres) 2019-2024.

Kurniawan meminta agar segenap rakyat jangan sampai terpecah-belah usai Pemilu 2019.

"Maaf no comment, tapi yang pasti kita semua rakyat Indonesia harus bersatu tidak terpecah-belah," kata Kurniawan.


Sebelumnya, capres 02 Prabowo menolak hasil pemilu lantaran dianggapnya ada kecurangan. Massa pendukung Prabowo juga akan melakukan demonstrasi di depan Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Jalan Imam Bonjol.

Usai pengumuman pemenang Pemilu, di tahapan selanjutnya, KPU akan menetapkan pasangan calon presiden dan wakil presiden terpilih. Namun, Ketua KPU RI Arief Budiman mengatakan KPU memberikan kesempatan bagi peserta pemilu yang tidak puas terhadap hasil penghitungan itu untuk mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) dalam jangka waktu selambatnya tiga hari setelah pengumuman pemenang.

"Artinya ada waktu hingga tanggal 24 Mei 2019 bagi peserta pemilu untuk mengajukan gugatan ke MK," ucap Arief.

Sementara itu, mantan pemain Timnas Indonesia Widodo Cahyono Putro berharap agar Presiden RI 2019-2024 tetap kokoh pada landasan Pancasila dan UUD 1945. Selain itu, ia juga ingin presiden mendatang bisa lebih memperhatikan pembangunan infrastruktur olahraga.

"Karena saya orang bola, tentunya sarana-sarana lapangan sepak bola harus diperbanyak di setiap daerah. Seperti di lapangan Senayan ABC," pungkas dia.

Harapan Indra Sjafri

Sementara itu, pelatih Timnas Indonesia U-23 Indra Sjafri berharap Presiden RI periode 2019-2024 bisa membuat sepak bola ke arah yang lebih baik.
Sebelumnya, KPU menetapkan pasangan calon nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin sebagai pemenang dalam Pilpres 2019. Mereka memperoleh 85.607.362 suara sah.

Raihan suara Jokowi-Ma'ruf setara dengan 55,50 persen dari total suara sah di Pilpres 2019 sebanyak 154.257.601 suara. Sementara pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mendapat 68.650.239 suara sah atau 44,50 persen dari total suara sah.

Eks Timnas Indonesia Soal Hasil Pilpres: Jangan TerpecahIndra Sjafri berharap pada Presiden dan Wakil Presiden RI terpilih Jokowi-Ma'ruf Amin untuk sepak bola Indonesia. (ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana)
"Semoga Presiden [terpilih] tetap memperhatikan perkembangan Sepakbola Nasional, terutama implementasi Inpres [Instruksi Presiden] No.3 Tahun 2019. Tentang: Percepatan Perkembangan Sepak bola Indonesia. Dan [harapan] itu buat siapapun nanti [Presiden RI] yang ditetapkan resmi," kata Indra kepada CNNIndonesia.com pada Selasa (21/5).

Inpres No.3 Tahun 2019 diteken Jokowi pada Februari. Kementerian dan lembaga (K/L) terkait diminta untuk diminta untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan secara terkoordinasi dan terintegrasi sesuai tugas, fungsi, dan kewenangan masing-masing K/L untuk melakukan peningkatan prestasi sepak bola nasional dan internasional.

Eks Timnas Indonesia Soal Hasil Pilpres: Jangan Terpecah
Langkah yang perlu dilakukan bermula dari pengembangan bakat, peningkatan jumlah dan kompetensi wasit dan pelatih sepak bola, pengembangan sistem kompetisi berjenjang dan berkelanjutan, serta pembenahan sistem dan tata kelola sepak bola.

Selain itu, penyediaan prasarana dan sarana stadion sepak bola di seluruh Indonesia harus sesuai standar internasional. Pusat pelatihan sepak bola harus dibangun diimbangi dengan mobilisasi pendanaan. (map/sry)