Bima Sakti Bingung Seleksi Pemain Timnas Indonesia U-16

CNN Indonesia | Kamis, 16/05/2019 13:23 WIB
Bima Sakti Bingung Seleksi Pemain Timnas Indonesia U-16 Pelatih kepala Timnas Indonesia U-16 Bima Sakti kebingungan dalam menyeleksi para pemain muda Merah Putih. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pelatih Timnas Indonesia U-16 Bima Sakti bingung dalam menyeleksi pemain-pemain muda Merah Putih.

Sebanyak 41 calon pemain Timnas Indonesia U-16 saat ini menjalani pemusatan latihan di Lapangan Latihan Tim Nasional PSSI, Sawangan. Bima mempersiapkan pemain untuk menghadapi ajang Piala AFF U-15 2019 dan Kualifikasi Piala AFC U-16 2020.

"Potensi-potensi sangat bagus. Sekarang memilih 20 pemain sangat sulit. Karena memang bagus-bagus," kata Bima kepada CNNIndonesia.com.


"Mereka sudah punya visi main yang bagus. Terbina di kompetisi elite pro academy," katanya menambahkan.

Bima Sakti saat masih menjadi asisten pelatih Timnas Indonesia. (Bima Sakti saat masih menjadi asisten pelatih Timnas Indonesia. (Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Senada dengan Bima, asisten pelatih Indriyanto Nugroho mengaku optimistis dengan kemampuan anak-anak.

Sejauh ini, Indriyanto mengatakan para pemain masih beradaptasi dan latihan ringan karena puasa. Ia berharap mereka bisa paham dengan materi Filosofi Sepak bola Indonesia atau Filanesia.

"Filanesia itu adalah memainkan bola dari belakang, build up ke tengah dan menyerang. Alhamdulillah adaptasi berjalan baik dan sudah mulai mengenal satu sama lain," ucap Indriyanto.

"Harapannya tim ini lebih baik dan semoga tim ini bisa menjadi kebanggaan Indonesia. Semoga berkah, doa masyarakat Indonesia untuk coach Bima dan staf," ucapnya melanjutkan.

Bima Sakti Bingung Seleksi Pemain Timnas Indonesia U-16
Tahun lalu Timnas Indonesia U-16 asuhan Fakhri Husaini berhasil juara Piala AFF. Kali ini Bima dan Indriyanto pun berharap demikian.

"Mempertahankan gelar lebih sulit [dilakukan]," ujar Bima.

"Juara bertahan kita [Indonesia] bisa, kami jalani dulu prosesnya seperti apa. Saya mohon doanya saja," Indriyanto menimpali. (map/bac)