Tunggal Putra Indonesia dan Denmark Tak Bumi-Langit Lagi

CNN Indonesia | Rabu, 22/05/2019 09:16 WIB
Tunggal Putra Indonesia dan Denmark Tak Bumi-Langit Lagi Jonatan Christie kini menghuni peringkat delapan dunia. (Dok. Humas PBSI)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pelatih Tunggal Putra Indonesia Hendry Saputra Ho menilai Tim Merah Putih bisa menuai poin ketika melawan Denmark pada laga fase grup Piala Sudirman 2019 karena kualitas Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting tidak berbeda jauh lagi dengan Viktor Axelsen.

Indonesia yang mengincar kemenangan atas Denmark pada laga kedua fase grup Piala Sudirman 2019 menjadikan sektor tunggal putra sebagai salah satu sumber poin meski pun tim lawan memiliki pebulutangkis nomor tiga dunia, Viktor Axelsen.

Manajer tim Indonesia Susy Susanti mengatakan skuat yang diterjunkan akan berupaya fokus termasuk para pemain tunggal putra yang dibawa.


Dari tiga pemain tunggal putra yang dibawa, Jonatan dan Anthony kemungkinan bakal diturunkan untuk meladeni Axelsen. Menurut Susy, peluang Indonesia dan Denmark sama kuat di sektor tunggal putra.

Tunggal Putra Indonesia dan Denmark Tidak Bumi-Langit LagiAnthony Sinisuka Ginting menempati ranking tujuh dunia. (Dok. Humas PBSI)
"Kalau tunggal putra peluangnya 50-50, rekor pertemuannya menang-kalah. Secara kekuatan memang imbang, tapi kami optimistis untuk bisa mengalahkan Denmark, dengan semangat dan motivasi lebih, kami yakin," kata Susy dikutip dari situs resmi PBSI.

Sementara Hendry menegaskan baru akan menentukan pemain yang akan tampil pada menit-menit akhir jelang pertandingan setelah rapat tim.

Hendry juga menjelaskan pemilihan pemain tunggal putra melawan Denmark tidak hanya ditentukan faktor rekam jejak dan peluang, tetapi juga kondisi terakhir dan kesiapan atlet.

Tunggal Putra Indonesia dan Denmark Tidak Bumi-Langit Lagi
"Di pertemuan terakhir dengan Axelsen, Jonatan kalah di finishing, mati sendiri dan cara mainnya salah, salah stroke sehingga mudah dimatikan lawan. Anthony pernah mengalahkan Axelsen, tapi jangan dilihat hanya dari rekor pertemuan. Anthony harus bisa kurangi kesalahan sendiri dan mainnya lebih fokus," jelasnya.

Hendry menilai kemampuan Jonatan dan Anthony tidak berbeda jauh dengan Axelsen, berbeda dengan kondisi beberapa tahun lalu.

"Tiga-empat tahun lalu, Jonatan dan Anthony ibaratnya masih bagaikan bumi dan langit dengan Axelsen, bisa mendekati, saya bersyukur. Tapi kan kita mau berharap lebih? Mau naik level yang lebih tinggi, ya saya harap mereka bisa konsisten, jangan gampang 'buang bola'. Belajar terus, sampai kapan? Sampai terus, sampai menang," tutur Hendry.

Dalam empat pertemuan dengan Axelsen, Jonatan menang satu kali. Sementara Anthony menang dua kali dari tiga pertandingan. (nva/jal)