PT LIB dan PSSI Antisipasi Potensi Rusuh Pembukaan Liga 2

CNN Indonesia | Selasa, 28/05/2019 03:30 WIB
PT LIB dan PSSI Antisipasi Potensi Rusuh Pembukaan Liga 2 PT Liga Indonesia Baru (LIB) dan PSSI akan mengantisipasi potensi kerusuhan suporter dalam pembukaan Liga 2, seperti yang terjadi di Liga 1 2019. (ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya)
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Liga Indonesia Baru (LIB) dan PSSI akan mengantisipasi potensi kerusuhan suporter dalam pembukaan Liga 2, seperti yang terjadi di Liga 1.

PT LIB menggelar pertemuan manajer Liga 2 di Grand Kemang pada Senin (27/5). Direktur PT LIB Dirk Soplanit mengatakan pertemuan tersebut membicarakan pembukaan Liga 2 yang direncanakan kick off pada Minggu (23/6), antara Persij Kediri dengan PSPS Biak di Stadion Brawijaya.

"Kami membagi dua grup yaitu Barat dengan 11 klub dan Timur dengan 12 klub. Perbincangan agak hangat, karena keinginan untuk menggeser waktu pertandingan yang dirasakan paling pas," kata Dirk kepada para awak media usai pertemuan.


Dirk menegaskan tidak ingin terjadi kerusuhan suporter di pembukaan Liga 2.

Sebelumnya, keributan suporter terjadi dalam pertandingan pembuka Shopee Liga 1 2019 antara PSS Sleman Vs Arema FC di Stadion Maguwoharjo, Sleman pada Rabu (15/5) malam. Kericuhan itu terjadi dinilai akibat aksi provokator yang tidak ingin sepak bola Indonesia berjalan dengan aman dan lancar.
Direktur PT LIB Dirk Soplanit menyatakan pihaknya belajar dari pengalaman kerusuhan laga pembuka Liga 1 2019. (Direktur PT LIB Dirk Soplanit menyatakan pihaknya belajar dari pengalaman kerusuhan laga pembuka Liga 1 2019. (CNNIndonesia.com/M. Arby Rahmat)
"Ya memang saya kira segala sesuatu ini kan kami inginkan yang terbaik, tetapi kadang-kadang juga di luar kendali kami. Tapi dengan pengalaman yang ada, saya kira kami harus lebih 'rapih' lagi. Artinya kalau sudah ada tanda-tanda menuju ke situ [rusuh], kami harus cepat mengambil langkah," ucap Dirk.

"Di Sleman itu sebetulnya awalnya sudah ada tanda-tanda ke arah itu. Tapi kemudian kami pikir, 'Ah, ini kan cuma luapan-luapan kecil saja.' Eh tahu-tahu, semakin membesar."

Dengan pengalaman itu, lanjut Dirk, PT LIB akan berupaya mengatur sedemikian rupa agar terhindar dari segala bentuk kerusuhan. PT LIB, katanya, juga akan bekerja sama dengan aparat keamanan.

"Dan PT LIB sendiri tidak terjun langsung untuk mengatur itu [keamanan], kan ada panpel di daerah. Perizinan juga dari [panpel] daerah, demikian halnya detil pelaksanaan," ujar Dirk.

"Tapi tentunya kalau ada masalah, kami juga tidak bisa lepas tangan. Kami harus monitor sejauh mana panpel mempersiapkan diri untuk menangani kegiatan [pertandingan]."

PT LIB dan PSSI Antisipasi Potensi Rusuh Pembukaan Liga 2
Senada dengan Dirk, Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria menyampaikan pembukaan dilaksanakan di Kediri sebagai penghargaan kepada Persik Kediri yang juara Liga 3 kemarin.

"Persik Kediri merupakan tim yang promosi [ke Liga 2]. Mengenai pengamanan, PSSI menugaskan PT LIB untuk menangani secara penuh. Tidak hanya area panpel lokal saja, tetapi dari kepanitian di PT LIB harus turun langsung di laga-laga penting, dan salah satunya adalah [sektor] pengamanan," tutur Tisha. (map/bac)