Dalam konferensi pers yang disampaikan Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Muhammad Iqbal, Selasa (11/6), pihak kepolisian mengumumkan total delapan tersangka rencana pembunuhan empat tokoh nasional. Mereka berperan sebagai eksekutor hingga penyandang dana.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Habil Marati pernah menjabat sebagai manajer Timnas Indonesia di Piala AFF 2012. (Dok. Antara Foto) |
Kendati demikian, Djohar menilai Habil sebagai sosok yang tenang.
"Beliau orangnya kalem dan baik. Timnas Indonesia pada masa saya [menjabat sebagai Ketum PSSI], pelatih yang 'berkuasa'. Manajer hanya untuk urusan non-teknis," katanya.
Sebelumnya, Habil tercatat pernah jadi manajer Timnas Indonesia yang berlaga di Piala AFF 2012. Namun, kariernya terbilang singkat saat menempati posisi tersebut.
Habil dicopot dari posisinya oleh Koordinator Timnas Indonesia saat itu, Bob Hippy, pada 5 Desember 2012 usai Timnas Indonesia terhenti di fase penyisihan grup Piala AFF 2012. Setelah itu, Habil ikut diajak Ketua BTN (Badan Tim Nasional) saat itu, Isran Noor, untuk kembali mengurusi Timnas Indonesia.
Nama Habil ikut terlempar dari BTN pada April 2013 setelah terjadi konflik internal di badan yang berada di bawah PSSI tersebut. Konflik terjadi setelah Komite Eksekutif (Exco) PSSI mengangkat La Nyalla Mattalitti sebagai Ketua BTN yang kemudian diangkat menjadi Ketua Umum PSSI.
Lebih lanjut, Djohar berkomentar mengenai kondisi persepakbolaan Indonesia saat ini. Ia mengatakan PSSI harus serius menangani bakat yang ada di Indonesia.
"Itu [program yang konsisten] yang membuat pembinaan sepak bola menjadi baik. Pengurus PSSI boleh berubah-ubah, tapi program [pembinaan] harus sama," ucapnya menambahkan. (map/jal)
Habil Marati pernah menjabat sebagai manajer Timnas Indonesia di Piala AFF 2012. (Dok. Antara Foto)