Eks Ketum PSSI Soal Habil Marati: Dia Sosok yang Kalem

CNN Indonesia | Selasa, 11/06/2019 19:57 WIB
Eks Ketum PSSI Soal Habil Marati: Dia Sosok yang Kalem Djohar Arifin Husin menilai Habil Marati (kedua dari kiri) sosok yang kalem dan baik. (ANTARA FOTO/Reno Esnir)
Jakarta, CNN Indonesia -- Eks Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin mengomentari salah satu tersangka yang diduga terlibat rencana pembunuhan empat tokoh nasional, Habil Marati. Di mata Djohar sosok Habil kalem dan baik.

Dalam konferensi pers yang disampaikan Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Muhammad Iqbal, Selasa (11/6), pihak kepolisian mengumumkan total delapan tersangka rencana pembunuhan empat tokoh nasional. Mereka berperan sebagai eksekutor hingga penyandang dana.

Dari delapan tersangka itu, polisi membeberkan nama Habil Marati alias HM sebagai salah satu tersangka terkait penyedia senjata api yang diduga akan digunakan untuk mengeksekusi.


Habil diduga memberikan uang sebesar Rp150 juta kepada tersangka berinisial KZ untuk membeli senjata api.

Eks Ketum PSSI Soal Habil Marati: Dia Sosok yang KalemHabil Marati pernah menjabat sebagai manajer Timnas Indonesia di Piala AFF 2012. (Dok. Antara Foto)
"Baru tahu saya, sudah lama tidak kontak," kata Djohar kepada CNNIndonesia.com pada Selasa (11/6) malam.

Djohar tidak dapat banyak berkomentar mengenai Habil maupun kasus yang menjeratnya. Ia mengaku tidak begitu mengikuti isu politik yang berkembang belakangan ini.

Kendati demikian, Djohar menilai Habil sebagai sosok yang tenang.

"Beliau orangnya kalem dan baik. Timnas Indonesia pada masa saya [menjabat sebagai Ketum PSSI], pelatih yang 'berkuasa'. Manajer hanya untuk urusan non-teknis," katanya.

Sebelumnya, Habil tercatat pernah jadi manajer Timnas Indonesia yang berlaga di Piala AFF 2012. Namun, kariernya terbilang singkat saat menempati posisi tersebut.

Habil dicopot dari posisinya oleh Koordinator Timnas Indonesia saat itu, Bob Hippy, pada 5 Desember 2012 usai Timnas Indonesia terhenti di fase penyisihan grup Piala AFF 2012. Setelah itu, Habil ikut diajak Ketua BTN (Badan Tim Nasional) saat itu, Isran Noor, untuk kembali mengurusi Timnas Indonesia.

Nama Habil ikut terlempar dari BTN pada April 2013 setelah terjadi konflik internal di badan yang berada di bawah PSSI tersebut. Konflik terjadi setelah Komite Eksekutif (Exco) PSSI mengangkat La Nyalla Mattalitti sebagai Ketua BTN yang kemudian diangkat menjadi Ketua Umum PSSI.

Eks Ketum PSSI Soal Habil Marati: Dia Sosok yang Kalem
Sejak 2013, Habil diketahui tidak pernah lagi terlibat di Timnas Indonesia maupun di kepengurusan PSSI.

Lebih lanjut, Djohar berkomentar mengenai kondisi persepakbolaan Indonesia saat ini. Ia mengatakan PSSI harus serius menangani bakat yang ada di Indonesia.

"Saya yakin tim nasional kita punya kemampuan. Kuncinya adalah konsisten terhadap program, jangan berubah terus," ucap dia.

"Itu [program yang konsisten] yang membuat pembinaan sepak bola menjadi baik. Pengurus PSSI boleh berubah-ubah, tapi program [pembinaan] harus sama," ucapnya menambahkan. (map/jal)