Copa America: Brasil dan Argentina Lapar, Chile Terkapar

CNN Indonesia | Kamis, 13/06/2019 21:21 WIB
Copa America: Brasil dan Argentina Lapar, Chile Terkapar Lionel Messi bakal berusaha keras membawa Argentina juara Copa America. (Juan MABROMATA / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Timnas Brasil dan timnas Argentina dalam kondisi lapar dan sulit bagi Chile untuk bisa mempertahankan gelar di Copa America 2019.

Dalam beberapa tahun terakhir, Brasil, Argentina, dan Uruguay tidak kekurangan pemain bintang. Namun justru Chile yang sukses menjadi juara dengan mengalahkan Argentina di dua edisi terakhir.

Seperti halnya Brasil dan Argentina, Chile juga punya generasi emas dalam beberapa tahun terakhir. Claudio Bravo, Alexis Sanchez, dan Arturo Vidal adalah pemain-pemain Chile yang masuk ke jajaran pemain papan atas.


Nama-nama itu yang kemudian jadi kunci sukses Chile meraih kemenangan di Copa America 2015 dan 2016. Dalam dua kesempatan tersebut, Chile menang adu penalti lawan Argentina di babak final.
Copa America: Brasil dan Argentina Lapar, Chile TerkaparTimnas Chile bakal kesulitan mempertahankan gelar. (ALFREDO ESTRELLA / AFP)
Ambisi Chile untuk bisa mengulang prestasi tersebut sekaligus mencetak hattrick juara terbilang sulit diwujudkan di Brasil.

Ada banyak faktor yang membuat Chile bakal terkapar di Copa America kali ini. Pada tahun lalu, Chile gagal lolos ke Piala Dunia 2018.

Chile hanya ada di posisi keenam, selisih satu poin dari batas akhir lolos menuju putaran final di Rusia.

Kegagalan menuju Rusia juga tak membuat Chile bangkit. Dalam deret laga persahabatan yang dilakoni, Chile tidak mendapat hasil memuaskan. Pada 13 laga yang dilakoni, Chile hanya meraih lima kemenangan, empat hasil imbang, dan empat kekalahan.

Selain itu, bintang-bintang macam Sanchez dan Vidal tidak menjalani musim yang bagus. Sanchez tersisih dalam perburuan posisi inti di Manchester United sedangkan Vidal lebih banyak duduk di bangku cadangan Barcelona.
Timnas Brasil tetap berbahaya meski tanpa Neymar.Timnas Brasil tetap berbahaya meski tanpa Neymar. (REUTERS/Ueslei Marcelino)
Situasi tersebut tentu mendorong Vidal dan Sanchez tidak berada dalam kondisi optimal kali ini.

Selain faktor internal, kehadiran Brasil dan Argentina di Copa America kali ini jadi ancaman terbesar untuk Chile mempertahankan gelar. Brasil terakhir kali jadi juara Copa America pada 2007 sedangkan Argentina terakhir kali meraih mahkota pada 1993.

Kondisi tersebut terbilang menyedihkan mengingat Brasil dan Argentina adalah dua tim terbaik di Amerika Selatan jika menilik sejarah yang mereka torehkan di Copa America dan Piala Dunia.

Brasil datang dengan skuat yang bagus meski Neymar tidak ada di dalamnya. Selecao masih punya skuat komplet dari lini belakang hingga depan, mulai dari Alisson Becker, Thiago Silva, Fernandinho, Philippe Coutinho, hingga Gabriel Jesus.

Timnas Argentina juga tak mau kembali menelan kekecewaan. Lionel Messi bakal menggunakan kesempatan ini untuk mempersembahkan trofi pertama untuk Argentina.
Copa America: Brasil dan Argentina Lapar, Chile Terkapar
Sergio Aguero, Angel Di Maria, dan pemain-pemain Argentina lainnya bakal berusaha keras dan mendukung Messi mewujudkan ambisi tersebut. Performa apik Messi musim ini di Barcelona bisa jadi penanda jelas Messi tengah dalam kondisi terbaik.

Selain Brasil dan Argentina, ancaman Chile untuk mempertahankan gelar juara juga akan datang dari Uruguay yang memiliki lini serang maut berkat kehadiran Luis Suarez dan Edinson Cavani. (ptr/jun)