Dalam beberapa tahun terakhir, Brasil, Argentina, dan Uruguay tidak kekurangan pemain bintang. Namun justru Chile yang sukses menjadi juara dengan mengalahkan Argentina di dua edisi terakhir.
Lihat juga:4 Tim Unggulan di Copa America 2019 |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Timnas Chile bakal kesulitan mempertahankan gelar. (ALFREDO ESTRELLA / AFP) |
Ada banyak faktor yang membuat Chile bakal terkapar di Copa America kali ini. Pada tahun lalu, Chile gagal lolos ke Piala Dunia 2018.
Kegagalan menuju Rusia juga tak membuat Chile bangkit. Dalam deret laga persahabatan yang dilakoni, Chile tidak mendapat hasil memuaskan. Pada 13 laga yang dilakoni, Chile hanya meraih lima kemenangan, empat hasil imbang, dan empat kekalahan.
Selain itu, bintang-bintang macam Sanchez dan Vidal tidak menjalani musim yang bagus. Sanchez tersisih dalam perburuan posisi inti di Manchester United sedangkan Vidal lebih banyak duduk di bangku cadangan Barcelona.
Timnas Brasil tetap berbahaya meski tanpa Neymar. (REUTERS/Ueslei Marcelino) |
Selain faktor internal, kehadiran Brasil dan Argentina di Copa America kali ini jadi ancaman terbesar untuk Chile mempertahankan gelar. Brasil terakhir kali jadi juara Copa America pada 2007 sedangkan Argentina terakhir kali meraih mahkota pada 1993.
Kondisi tersebut terbilang menyedihkan mengingat Brasil dan Argentina adalah dua tim terbaik di Amerika Selatan jika menilik sejarah yang mereka torehkan di Copa America dan Piala Dunia.
Brasil datang dengan skuat yang bagus meski Neymar tidak ada di dalamnya. Selecao masih punya skuat komplet dari lini belakang hingga depan, mulai dari Alisson Becker, Thiago Silva, Fernandinho, Philippe Coutinho, hingga Gabriel Jesus.
Timnas Argentina juga tak mau kembali menelan kekecewaan. Lionel Messi bakal menggunakan kesempatan ini untuk mempersembahkan trofi pertama untuk Argentina.
Timnas Chile bakal kesulitan mempertahankan gelar. (ALFREDO ESTRELLA / AFP)
Timnas Brasil tetap berbahaya meski tanpa Neymar. (REUTERS/Ueslei Marcelino)