Laga Timnas Indonesia vs Vanuatu Terancam Tanpa Penonton

CNN Indonesia | Kamis, 13/06/2019 19:41 WIB
Laga Timnas Indonesia vs Vanuatu Terancam Tanpa Penonton Laga Timnas Indonesia vs Vanuatu di SUGBK terancam tanpa penonton. (CNN Indonesia/Titi Fajriyah)
Jakarta, CNN Indonesia -- Laga uji coba internasional antara Timnas Indonesia vs Republik Vanuatu di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan, Jakarta, Sabtu (15/6) terancam tanpa penonton.

Kepastian akhir masih menunggu arahan pihak kepolisian setelah sidang perdana Gugatan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres 2019 yang akan digelar di Mahkamah Konstitusi, Jumat (14/6).

"Izin sudah keluar, tapi kami masih menunggu hasil sidang Pilpres di MK juga. Kalau terjadi apa-apa, bisa dibatalkan. Besok ada apa kan kita tidak tahu, kami harap tidak terjadi apa-apa. Apalagi kan GBK lokasinya di pusat," kata Marshal Masita, Deputi Sekjen Bidang Bisnis dan Marketing PSSI kepada CNNIndonesia.com, Kamis (13/6).


Sejauh ini, Marshal mengatakan Kepala Biro Operasional Polda Metro Jaya menyebut izin keramaian untuk menggelar laga Timnas Indonesia sudah beres. Namun, rencana cadangan juga sudah disiapkan.

"Plan B kita pertandingan tanpa penonton, tapi bisa juga jadi tertutup atau dipindah, kami juga belum tahu kalau dipindah ke mana. Sebab, kalau dibatalkan PSSI juga bisa didenda FIFA karena laga uji coba tersebut labelnya A Match. Sejauh ini kami tetap optimistis sesuai rencana," jelasnya.

Lanjut Marshal, laga kandang Timnas Indonesia melawan Republik Vanuatu menjadi momen penting. Baik untuk Timnas Indonesia, pelatih Simon McMenemy maupun suporter yang disebut sudah lama tidak menyaksikan pertandingan Timnas Indonesia senior.

Timnas Indonesia bakal menghadapi Vanuatu. (Timnas Indonesia bakal menghadapi Vanuatu. (Dok. Jordan Football Association)

"Orang-orang sudah lama tidak nonton timnas senior, mereka juga kan pasti mau lihat penampilan Simon pertama kali secara langsung sama Timnas. Uji coba lawan Vanuatu juga sekaligus latihan terakhir sebelum kualifikasi Piala Dunia Juli nanti," kata Marshal.

Di lain pihak Kadivhumas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Argo Yuwono mengatakan pihaknya justru menunggu status perizinan dari pihak GBK karena admistrasi belum lengkap.

"Nanti Mabes Polri yang mengeluarkan perizinan. Polda Metro Jaya membuat rekomendasi ke Mabes. Pemberian rekomendasi harus terpenuhi beberapa administrasi," tutur Argo Yuwono.

Target 30 Ribu Tiket Terjual

Sementara itu menyoal penjualan tiket laga Timnas Indonesia va Vanuatu, Marshal menyebut masih sepi peminat. Sampai Kamis (13/6), baru sekitar tiga ribu tiket yang terjual.

PSSI mengakui, laga melawan Vanuatu bukan laga besar sehingga animo penonton untuk hadir juga tidak terlalu besar. Marshal menyebut PSSI kesulitan mencari lawan uji coba buat Timnas Indonesia pada persiapan menuju kualifikasi Piala Dunia 2022.

Laga Timnas Indonesia vs Vanuatu Terancam Tanpa Penonton
Vanuatu jadi pilihan terakhir untuk laga persahabatan supaya Timnas Indonesia punya lawan di laga kandang. Itu disebut usaha maksimal yang telah dibuat PSSI untuk skuat Garuda.

"Pertandingannya bukan melawan tim besar, Vanuatu ranking FIFA nya juga di bawah kita. Jadi paling ekspektasi kita untuk tiket terjual 20-30 ribu targetnya."

"Yang penting bawahnya saja penuh, harganya juga kan tidak terlalu mahal. Ini supaya habis lebaran bisa menyaksikan laga timnas. Plus Simon juga butuh main kandang buat latihan," terang Marshal. (TTF)