Timnas Indonesia Tak Peduli Peringkat FIFA Disalip Malaysia

CNN Indonesia | Sabtu, 15/06/2019 00:16 WIB
Timnas Indonesia Tak Peduli Peringkat FIFA Disalip Malaysia Posisi Timnas Indonesia disalip Malaysia dalam peringkat terbaru FIFA. (Dok. Jordan Football Association)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pelatih Timnas Indonesia, Simon McMenemy, tidak peduli Malaysia yang kini melewati Timnas Indonesia dalam peringkat FIFA per 14 Juni 2019.

Sebelumnya Indonesia menempati ranking ke-159 dalam rilis pada 4 April 2019. Namun, posisi tersebut tidak bisa dipertahankan seiring hasil negatif timnas Indonesia dalam laga uji coba terakhir.

Timnas Indonesia kini berada di peringkat 160 dengan 1005 poin, terpaut empat poin dari Malaysia.


"Saya tidak begitu peduli, saya rasa itu tidak begitu penting. Apakah kami coba untuk meningkatkan peringkat tanpa belajar apa-apa?" tegas pelatih kepala Timnas Indonesia Simon McMenemy usai latihan kepada para awak media di SUGBK pada Jumat (14/6).

"Jika kami melawan Timor Leste dan menang 7-1, apa yang bisa dipelajari? Tidak banyak. Tapi ketika kami kalah 1-4 di Yordania, kami banyak belajar dari pertandingan itu. Itulah yang dinamakan persiapan," katanya menambahkan.

Senada dengan McMenemy, gelandang Timnas Irfan Bachdim pun tidak mempermasalahkan posisi Merah Putih di daftar peringkat FIFA. "Saya tidak terlalu fokus ke sana, yang penting main dan belajar. Main bagus dan menang tapi saya tidak melihat siapa yang lebih di atas Malaysia," ucap dia.

"Harapan saya Timnas Indonesia lebih baik. Kami ada pelatih baru dengan visi yang baru. Kami harus belajar banyak," ucapnya melanjutkan.

Adaptasi Taktik

Di sisi lain, kapten Timnas Indonesia Hansamu Yama mengaku masih perlu adaptasi dengan formasi McMenemy di skuat Merah Putih.

Timnas Indonesia turun ke posisi ke-160 dalam peringkat terbaru FIFA. (Dok.PSSI)
McMenemy kerap menggunakan formasi 3-4-3 di Timnas Indonesia. Formasi tersebut membuat Hansamu dan kawan-kawan kalah dengan skor 1-4 dari Yordania dalam laga persahabatan di Stadion King Abdullah, Amman, pada Selasa (11/6).

"Kemarin kami tahu pakai 3-4-3, kami butuh adaptasi saja. Saat uji coba lawan Myanmar, kami pakai 3-4-3 dan berjalan sesuai rencana. Kemarin, ada sesuatu dari kami yang tidak bisa mengaplikasikan apa yang coach Simon berikan," kata Hansamu.

"Mungkin butuh waktu saja. Mau pakai 3-4-3 atau 4-4-2, tidak masalah," katanya menambahkan.

Formasi 3-4-3 merupakan inovasi dari McMenemy terhadap Timnas Indonesia. Ketika pelatih kelahiran Skotlandia membawa Bhayangkara FC juara Liga 1 pada 2017, ia kerap menggunakan formasi 4-4-2.

Namun ketika menangani Timnas Indonesia, McMenemy mengakui formasi 4-4-2 berdampak tidak cukup baik untuk diterapkan dalam permainan. "Karena kami [Timnas Indonesia] punya banyak pemain gelandang yang bagus, kami harus beradaptasi dengan ini [3-4-3]," ucap dia.

"Ketika kami uji coba di Australia, kami coba 4-4-2 tapi hasilnya tidak terlalu baik. Jadi kami harus berubah dan mencoba sesuatu yang baru. Setelah dicoba, hasilnya cukup baik [dengan formasi 3-4-3]," ucapnya melanjutkan.

McMenemy mengatakan formasi 3-4-3 bukan formasi yang mudah untuk dimainkan. Akan tetapi dengan disiplin yang tinggi, lanjut dia, formasi tersebut bisa memilki pengaruh yang besar dan positif terhadap permainan Timnas Indonesia.

"Dengan 3-4-3, kami bisa lebih menguasai bola. Ketika lawan Myanmar, formasi 3-4-3 berhasil. Saya harap lawan Vanuatu nanti tetap bisa bermain sesuai dengan yang saya inginkan," ujar McMenemy. (map/jal)