Sebelumnya Indonesia menempati ranking ke-159 dalam rilis pada 4 April 2019. Namun, posisi tersebut tidak bisa dipertahankan seiring hasil negatif timnas Indonesia dalam laga uji coba terakhir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika kami melawan Timor Leste dan menang 7-1, apa yang bisa dipelajari? Tidak banyak. Tapi ketika kami kalah 1-4 di Yordania, kami banyak belajar dari pertandingan itu. Itulah yang dinamakan persiapan," katanya menambahkan.
"Harapan saya Timnas Indonesia lebih baik. Kami ada pelatih baru dengan visi yang baru. Kami harus belajar banyak," ucapnya melanjutkan.
Adaptasi Taktik
Di sisi lain, kapten Timnas Indonesia Hansamu Yama mengaku masih perlu adaptasi dengan formasi McMenemy di skuat Merah Putih.
Timnas Indonesia turun ke posisi ke-160 dalam peringkat terbaru FIFA. (Dok.PSSI) |
"Kemarin kami tahu pakai 3-4-3, kami butuh adaptasi saja. Saat uji coba lawan Myanmar, kami pakai 3-4-3 dan berjalan sesuai rencana. Kemarin, ada sesuatu dari kami yang tidak bisa mengaplikasikan apa yang coach Simon berikan," kata Hansamu.
"Mungkin butuh waktu saja. Mau pakai 3-4-3 atau 4-4-2, tidak masalah," katanya menambahkan.
Formasi 3-4-3 merupakan inovasi dari McMenemy terhadap Timnas Indonesia. Ketika pelatih kelahiran Skotlandia membawa Bhayangkara FC juara Liga 1 pada 2017, ia kerap menggunakan formasi 4-4-2.
"Ketika kami uji coba di Australia, kami coba 4-4-2 tapi hasilnya tidak terlalu baik. Jadi kami harus berubah dan mencoba sesuatu yang baru. Setelah dicoba, hasilnya cukup baik [dengan formasi 3-4-3]," ucapnya melanjutkan.
"Dengan 3-4-3, kami bisa lebih menguasai bola. Ketika lawan Myanmar, formasi 3-4-3 berhasil. Saya harap lawan Vanuatu nanti tetap bisa bermain sesuai dengan yang saya inginkan," ujar McMenemy. (map/jal)
Timnas Indonesia turun ke posisi ke-160 dalam peringkat terbaru FIFA. (Dok.PSSI)