Status Pemain Terbaik Dunia, Beban untuk Messi

CNN Indonesia | Selasa, 18/06/2019 09:38 WIB
Status Pemain Terbaik Dunia, Beban untuk Messi Lionel Messi meraih hasil mengecewakan di awal perhelatan Copa America 2019. (REUTERS/Luisa Gonzalez)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemain timnas Kolombia Radamel Falcao menilai status pemain terbaik di dunia menjadi beban bagi Lionel Messi yang sedang berlaga di Copa America 2019.

Copa America 2019 disebut-sebut menjadi ajang pembuktian terakhir Messi bersama timnas Argentina karena usia yang hampir mencapai 32 tahun.

Dalam laga melawan Kolombia di laga perdana, Messi memiliki peluang mencetak gol dan membantu Argentina meraih kemenangan. Namun pada akhirnya Albiceleste kalah 0-2.


Dengan kekalahan tersebut, Argentina untuk sementara menempati peringkat juru kunci di Grup B berada di bawah Kolombia, Paraguay, dan Qatar. Tim Tango butuh kemenangan atas Paraguay dan Qatar, dalam laga selanjutnya, untuk mengamankan tempat di fase gugur.

Status Pemain Terbaik Dunia, Beban untuk MessiLionel Messi dikepung pemain-pemain timnas Kolombia. (REUTERS/Edgard Garrido)
Messi sebelumnya mengalami tiga kegagalan di Copa America. Khusus dalam dua penyelenggaraan terakhir, pemain Barcelona itu gagal di partai puncak dan harus merelakan Cile menjadi juara 2015 dan 2016.

Menurut Falcao, penampilan Messi cukup apik karena mampu menciptakan peluang. Selain itu mantan pemain Manchester United dan Chelsea itu melihat ada beban besar yang dipikul pemain pemilik lima gelar Ballon d'Or tersebut.

Status Pemain Terbaik Dunia, Beban untuk Messi
Beban tersebut muncul dari harapan orang-orang yang selalu menagih gol dan prestasi dari Messi.

"Messi hampir mencetak gol ketika menghadapi kami, tetapi jelas dia harus mencetak gol dalam pertandigan selanjutnya," kata Falcao dikutip dari Marca.

"Jika Messi mencetak satu gol, orang-orang ingin dia mencetak dua gol. Jika dia mencetak gol dari tendangan bebas, orang-orang berkata pagar betis yang dibangun tidak sempurna. Jika Argentina kalah, maka akan ada pembicaraan bahwa semuanya adalah kesalahan Messi. Itulah harga yang harus dibayar sebagai pemain terbaik di dunia," sambungnya.

Hingga kini Messi belum pernah membawa Argentina menjadi juara di kompetisi besar selain Olimpiade 2008 dan Piala Dunia U-20 2005. (nva/nva)