Bali United resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada Senin (17/6). Serdadu Tridatu jadi klub pertama di Indonesia dan Asia Tenggara yang masuk ke pasar modal.
Bali United atau PT Bali Bintang Perkasa Tbk mengikuti jejak klub ternama asal China, Guangzhou Evergrande, yang merupakan klub pertama Asia yang menjual saham ke publik (go public). Bali United melepas 33,33 persen saham dan meraup dana sebesar Rp350 miliar.
Lihat juga:Sejumlah Pemain Man United Minta Pogba Pergi |
Padahal, saat masa penawaran umum saham perdana atau Initial Public Offering (IPO), harga saham yang ditetapkan di level Rp 175 per saham. Sepanjang minggu ini, saham Bali United terus merangkak naik.
Saham klub milik Pieter Tanuri dan Yabes Tanuri terus merangkak naik sepanjang minggu ini. Pada penutupan perdagangan pekan ini, Jumat (20/6), saham BOLA naik 2,66 persen ke level Rp386 per saham.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ilustrasi pialang saham di Bursa Efek Indonesia. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) |
Pada pertengahan tahun 1990-an bahkan sampai 27 tim melantai di bursa saham karena pendapatan hak siar yang melonjak.
Lihat juga:Sejumlah Pemain Man United Minta Pogba Pergi |
Kendati demikian, cukup banyak klub sepak bola yang hingga saat ini tercatat melantai di bursa saham. Di antaranya Manchester United, Arsenal, Juventus, Ajax Amsterdam, hingga klub Denmark FC Kobenhavn.
Keberadaan anak usaha ini punya pengaruh signifikan untuk mengurangi ketergantungan terhadap hasil pertandingan dan membantu untuk menjaga stabilitas harga saham. Sejak tahun lalu, Bali United mendirikan PT Kreasi Karya Bangsa (Perdagangan Umum dan Jasa), PT Bukit Radio Swara Indah (Siaran Radio), PT Bali Boga Sejahtera (Jasa Boga, Restoran, dan Kafe), dan PT IOG Indonesia Sejahtera (Aktivitas olahraga dan rekreasi lainnya).
Ilustrasi pialang saham di Bursa Efek Indonesia. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)