Di Timnas Indonesia U-19, Fakhri mengganti Indra Sjafri yang kini menangani Timnas Indonesia U-23. Saat ini ia sedang membentuk tim untuk berlaga pada Piala AFF U-18 2019 pada 5-18 Agustus di Vietnam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena ketika saya seumur mereka, saya tidak pernah mendapat teman seperti mereka. Saya bermain sama karyawan [orang dewasa]. Saya membayangkan itu, duduk dan membayangkan ketika saya berusia 16 tahun," kata pelatih 53 tahun tersebut kepada CNNIndonesia.com.
Fakhri Husaini merasa masa remajanya tidak seperti anak-anak Timnas Indonesia U-16. (CNN Indonesia/M. Arby Rahmat Putratama H) |
Ketika tinggal di kompleks perumahan PT Arun Batuphat, Fakhri mengatakan tidak banyak anak-anak yang gemar bermain sepak bola. Bahkan, ia paling muda ketika di antara pemain lain di kompleks tersebut.
"Ketika SMA tidak ada juga [yang suka sepak bola]. Mungkin hanya satu atau dua orang, selebihnya adalah senior seperti karyawan PKT. Kami bermain sepak bola di kompleks perumahan karyawan, mungkin anak-anak karyawan merasa sepak bola bukan olahraga mereka kali ya?" Fakhri melanjutkan.
Kini, karena kecintaannya terhadap sepak bola Fakhri sampai rela kehilangan jabatan struktural di tempatnya bekerja di PT Pupuk Kaltim demi menangani Timnas Indonesia U-19.
Lihat juga:Mbappe Sepakat Gabung Madrid |
Fakhri Husaini merasa masa remajanya tidak seperti anak-anak Timnas Indonesia U-16. (CNN Indonesia/M. Arby Rahmat Putratama H)