MotoGP Belanda: Misi Mustahil Hentikan Marquez

CNN Indonesia | Kamis, 27/06/2019 19:40 WIB
MotoGP Belanda: Misi Mustahil Hentikan Marquez Marc Marquez memiliki keunggulan signifikan di MotoGP 2019. (REUTERS/Yves Herman)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menghentikan Marc Marquez di MotoGP Belanda 2019, Minggu (30/6), dalam usaha merebut gelar juara dunia menjadi misi yang mustahil menyusul kontroversi di GP Catalunya.

MotoGP Catalunya menjadi balapan yang tidak mengenakkan bagi para rival Marquez. Berawal dari kecelakaan yang dialami Jorge Lorenzo pada lap kedua saat bersaing di rombongan depan, tiga rival Marquez dalam perebutan gelar juara dunia MotoGP 2019, yakni Andrea Dovisiozo, Valentino Rossi, dan Maverick Vinales ikut terjatuh.

Hasil di Catalunya membuat Marquez kini unggul 37 poin atas Dovizioso memasuki seri MotoGP Belanda. Dengan 12 seri (300 poin diperebutkan) tersisa musim ini, perebutan gelar juara dunia MotoGP 2019 jelas masih terbuka lebar. Namun, statistik menunjukkan misi untuk menghentikan Marquez adalah sebuah kemustahilan.


Dikutip dari GP One, hasil terburuk Marquez musim ini jika menyelesaikan balapan adalah finis kedua. Catatan itu di luar insiden kecelakaan yang dialami pebalap Repsol Honda tersebut di GP Amerika Serikat.

Marc Marquez memiliki statistik luar biasa memasuki MotoGP Belanda 2019.Marc Marquez memiliki statistik luar biasa memasuki MotoGP Belanda 2019. (REUTERS/Yves Herman)
Kondisinya lebih buruk bagi rival Marquez jika ditarik lebih jauh lagi. Terlepas dari sejumlah kesalahan yang dilakukannya, Marquez kali terakhir tidak naik podium adalah di MotoGP Malaysia 2017 ketika dia finis keempat.

Dalam empat musim terakhir, Marquez tidak pernah memiliki keunggulan hingga 37 poin memasuki balapan di MotoGP Belanda. Musim lalu Marquez hanya unggul 27 poin atas Rossi memasuki seri di Assen, musim 2017 unggul 16 poin atas Dovizioso, dan musim 2016 unggul 10 poin atas Lorenzo.

MotoGP Belanda: Misi Mustahil Hentikan Marquez
Dengan demikian Marquez melakukan start terbaik di MotoGP dalam lima musim terakhir. Dan dengan status juara bertahan MotoGP Belanda, Marquez berpeluang memperbesar keunggulan pada balapan akhir pekan ini. Namun, bukan berarti pebalap lain tidak memiliki kesempatan.

Dovizioso juga memiliki start yang bagus musim ini dengan torehan 103 poin. Hanya pada musim 2017 pebalap Ducati itu memiliki start yang lebih bagus dengan merebut 104 poin setelah tujuh seri awal. Ketika itu pesaing Dovizioso adalah Vinales, bukan Marquez yang baru mengoleksi 88 poin usai GP Catalunya.

Andrea Dovizioso harus finis di depan Marc Marquez di Assen.Andrea Dovizioso harus finis di depan Marc Marquez di Assen. (LLUIS GENE / AFP)
Dovizioso bisa menjadi pesaing Marquez di Assen dikarenakan Desmosedici memperlihatkan performa yang semakin baik dan dapat mengatasi beberapa kelemahan. Namun Dovi sadar konsistensi di setiap balapan juga tidak cukup ketika menghadapi Marquez.

Untuk memangkas poin dengan Marquez, Dovi tidak hanya bisa finis di depan The Baby Alien, tetapi perlu menempatkan sebanyak mungkin pebalap antara dirinya dengan Marquez. Untuk mewujudkan hal itu, Dovizioso bisa mengandalkan dua pebalap Ducati, Danilo Petrucci dan Jack Miller yang penampilannya terus meningkat.

Dovizioso tentunya juga berharap pebalap seperti Rins, Rossi, dan Vinales bisa menghambat laju Marquez. Satu-satunya statistik yang membuat Dovizioso pesimistis adalah, dia tidak pernah menang di Assen bersama Ducati dan hanya mampu meraih podium satu kali pada 2014.

Live streaming MotoGP Belanda 2019 bisa disaksikan melalui CNNIndonesia.com. (mcf/har)