Saking tak terawat para atlet persiapan PON Papua 2020 berlatih di kolam-kolam arena akuatik yang berlumut. Persoalan itu terjadi karena tidak adanya aliran listrik untuk sistem sirkulasi dan saringan di kolam tersebut.
PLN rupanya sudah mencabut aliran listrik karena PT JSC sebagai pengelola kawasan khusus olahraga di Palembang, Sumatera Selatan itu menunggak tagihan pembayaran listrik hingga Rp3 miliar sejak Januari 2019.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jakabaring Sport City tunggak listrik Rp3 M, atlet berlatih di kolam berlumut. (Foto: CNN Indonesia/Hafidz Trijatnika) |
Lihat juga:Rossi: Mungkin Masalah di Yamaha itu Saya |
"Kalau begini saya tidak bisa memaksakan mereka [atlet] latihan. Saya hanya bisa mengingatkan untuk rajin latihan. Atlet masih bertahan sekarang, meskipun dalam kondisi terbatas. Latihan tidak bisa lewat dari magrib karena mati lampu. Pernah sekali kami terpaksa bawa genset pribadi untuk latihan," ujar dia.
Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PT JSC Mirza Mursalin mengakui pihaknya memiliki masalah untuk membayar tagihan listrik beberapa venue yang ada di kawasan olahraga tersebut. Meski demikian, saat ini pihaknya tengah berupaya mencari jalan keluar agar permasalahan tersebut dapat segera terselesaikan.
Terpisah, Manager Komunikasi PT PLN WS2JB Bakri menerangkan PT JSC menunggak rincian tagihan listrik sebesar Rp3.088.590.182. Tunggakan itu merupakan total dari 22 pengguna yang terdaftar sebagai pelanggan di kawasan JSC selama Januari-Juni 2019.
Tunggakan terbesar berasal dari venue dayung sebesar Rp823.493.377, disusul Stadion Gelora Sriwijaya sebesar Rp349.691.018, lalu Gedung I Wisma Atlet sebesar Rp250.563.470. Sementara venue Akuatik menunggak sebesar Rp110.711.310.
Jakabaring Sport City tunggak listrik Rp3 M, atlet berlatih di kolam berlumut. (Foto: CNN Indonesia/Hafidz Trijatnika)