Cerita Erick Thohir Soal Persiapan Asian Games 2018

CNN Indonesia | Jumat, 31/05/2019 12:43 WIB
Cerita Erick Thohir Soal Persiapan Asian Games 2018 INASGOC diklaim sukses menggelar Asian Games 2018. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Panitia Pelaksana Asian Games (INASGOC) 2018, Erick Thohir, menyebut keterlibatan personel Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan Pusat (TP4P) sebagai pendamping kepanitiaan memiliki peran penting untuk penyelenggaraan Asian Games 2018.

Erick mengapresiasi keberadaan para personel BPKP dan TP4P yang aktif melaksanakan pendampingan di kepanitiaan Asian Games edisi ke-18 itu. Pujian juga dilontarkan Erick kepada BPK yang telah melakukan pemeriksaan terhadap INASGOC dalam menjalankan pengadaan barang.

Berkat pendampingan dari BPKP dan TP4P, INASGOC bisa menggunakan anggaran yang sangat besar dengan sangat baik, dan laporan yang sampaikan berbuah nilai positif dari BPK. Karena laporan yang disampaikan sesuai standar akuntansi pengelolaan keuangan.


Meskipun ketika itu INASGOC memiliki waktu yang relatif singkat untuk menggunakan dana tersebut, ditambah lagi dengan sejumlah peraturan yang sangat ketat.

INASGOC tidak membantah adanya sejumlah temuan dalam laporan usai multi-cabang empat tahunan itu. Tetapi, dengan cepat kepanitiaan Asian Games 2018 menyelesaikannya melalui Tim Likuidasi yang seluruh pimpinan serta anggotanya personel INASGOC.

Erick Thohir puji peran penting BPKP dan TP4P dalam mendampingi INASGOC.Erick Thohir puji peran penting BPKP dan TP4P dalam mendampingi INASGOC. (ANTARA FOTO/INASGOC/Paramayuda)
Dengan memiliki kedudukan sebagai Satuan Kerja (Satker) Kemenpora, laporan keuangan INASGOC diklaim lebih baik dibandingkan satker-satker lain yang ada di Kemenpora.

Salah satu kelebihan INASGOC sebagai satuan kerja di Kemenpora adalah tingkat penyerapan paling cepat dan tinggi serta level akurasi yang kredibel dan sesuai peraturan.

Cerita Erick Thohir Soal Persiapan Asian Games 2018
"Sejak jauh hari, kami meminta pendampingan dan perhatian khusus dari lembaga-lembaga keuangan negara, baik itu BPK, BPKP dan TP4, agar pengelolaan lebih baik dan sukses administrasi tercapai. Hal itu terbukti, berkat peran para pihak yang terkait. Ada kesalahan, tetapi sangat minor dan tidak signifikan," ujar Erick.

Anggota BPK RI Achsanul Qosasih sempat menyampaikan keterlibatan personel BPK ditujukan agar memeriksa uang negara yang digunakan untuk menggelar Asian Games 2018. Achsanul juga pernah memberikan penilaian yang baik atas pengelolaan keuangan INASGOC.

Apresiasi diberikan Sesmenpora, Gatot Dewa Broto, terkait sistem pengelolaan keuangan Asian Games 2018. Menurut Gatot, catatan yang hanya sedikit dalam laporan itu bisa diselesaikan dengan baik.

"Saya apresiasi INASGOC. Bahkan seandainya tidak ada OTT [operasi tangkap tangan] di Kemenpora bulan Desember 2018 lalu, laporan kinerja keuangan INASGOC nyaris memberikan kontribusi signifikan pada predikat WTP," ucap Gatot. (sry/har)