Indonesia Open: All Indonesian Final Hadiah Buat Masyarakat

CNN Indonesia | Sabtu, 20/07/2019 19:29 WIB
Indonesia Open: All Indonesian Final Hadiah Buat Masyarakat All Indonesian final akan tersaji di final Indonesia Open 2019. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pelatih ganda putra Indonesia, Herry Iman Pierngadi, menyebut all Indonesian final di Indonesia Open 2019 merupakan hadiah buat masyarakat tanah air.

Final ganda putra Indonesia Open 209 akan mempertemukan dua wakil Indonesia, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, berhadapan dengan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon dalam laga yang digelar di Istora Senayan, Minggu (21/7).

Ini merupakan kali kedua pertemuan wakil Indonesia di final turnamen bulutangkis sepanjang tahun ini. Sebelumnya kedua pasangan yang sama juga bentrok di final Indonesia Masters, Januari lalu yang kala itu dimenangkan Kevin/Marcus.


"Yang pasti puji syukur bisa all Indonesian final di Indonesia Open. Turnamen besar, hadiah besar, dan pemain top dunia ikut," ujar Herry IP.

Kevin/Marcus akan berjumpa Ahsan/Hendra di final Indonesia Open 2019. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
"Saya ucapkan terima kasih bisa memberikan all Indonesian final buat masyarakat Indonesia yang antusias. Walaupun saya dengar tiket sulit, ini [all Indonesian final] hadiah buat masyarakat Indonesia, khususnya dari ganda putra," ucap Herry saat mendampingi Kevin/Marcus dalam konferensi pers usai pertandingan.

Meski dua wakil Indonesia akan bertemu di final, Herry IP mengaku bakal tetap mengevaluasi penampilan lima ganda putra di Indonesia Open 2019. Selain Kevin/Marcus dan Ahsan/Hendra, Indonesia juga menurunkan Berry Angriawan/Hardianto, Ricky Karandasuwardi/Angga Pratama, serta Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto di ganda putra.

Dari kelima pasangan, Herry IP mengaku tidak puas dengan penampilan Fajar/Rian yang langkahnya terhenti di babak perempat final usai dikalahkan Takuro Hoki/Yogo Kobayashi 19-21, 12-21.

"Dari lima pasangan, evaluasi saya tekankan ke Fajar/Rian karena kemarin performanya tidak maksimal. Ini PR [pekerjaan rumah], evaluasi saya supaya mereka penampilannya lebih baik lagi ke depannya," ujar Herry IP.

Ia menilai ada banyak faktor yang membuat performa Fajar/Rian jauh dari harapan. Setelah dua pertandingan berakhir rubber gim yang membuat daya tahan otot keduanya menurun, kualitas fokus Fajar/Rian yang saat ini menempati peringkat tujuh BWF (Federasi Bulutangkis Dunia) itu juga dianggap belum baik.

"Jauh sekali di bawah ekspektasi saya. Saya kurang puas dengan penampilan Fajar/Rian di delapan besar. Tapi setelah kalah kemarin, sudah ngobrol dan kasih motivasi supaya ke depan lebih baik lagi," tutupnya. (TTF/jal)