Terlebih melihat kenyataan lebih dari 20 pesepakbola ekspatriat banyak yang berujung sia-sia jika muaranya demi kepentingan Timnas Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan, pemain Sriwijaya FC eks Persib Bandung Hilton Moreira sudah memasuki 38 tahun dan baru menjalani naturalisasi.
Hilton Moreira sudah 38 tahun berstatus WNI. (CNNIndonesia.com/Jun Mahares) |
Tambah menggelitik lagi fakta bahwa Dutra yang kini bermain di Persebaya Surabaya pernah satu lapangan dengan sejumlah legenda Brasil yang kini sudah pensiun. Mereka adalah Kaka dan Ronaldinho.
"Ketika saya masih pemain dari Corinthians, saya main lawan Kaka. Dia di Klub Sao Paulo," kata Dutra kepada CNNIndonesia.com.
"Ronaldinho dari klub Gremio dan lain-lain, karena umur kita semua hampir sama. Jadi kami main di liga Brasil."
Ketika dua pemain itu sudah gantung sepatu, Dutra masih tercatat sebagai pesepakbola profesional di Persebaya. Kini malah mantan bek Bhayangkara FC itu tengah menjalani naturalisasi.
Otavio Dutra bersama anak dan istri di Gedung Nusantara I DPR RI (24/7). (CNN Indonesia/Arby Rahmat Putratama) |
Sebut saja Guy Junior, Herman Dzumafo, Silvio Escobar, Osas Saha, Zoubairou Garba, Paulo Benson, OK John Kughegbe, Bruno Casimir, Mahamadou El Haji, dan Ruben Wuarbanaran, belum pernah merasakan main di skuat Garuda meski sudah berpaspor WNI.
Beberapa nama pernah memperkuat Merah Putih, namun hanya sebentar. Sebut saja ada nama Victor Igbonefo, Jhon van Beukering, Tonnie Cusell, dan Serginho van Dijk, dan Kim Jeffrey Kurniawan.
Sementara nama-nama macam Christian Gonzales, Beto Goncalves dan Stefano Lilipaly, lumayan memiliki jam terbang di skuat Garuda.
Satu kesamaan fakta pesepakbola naturalisasi. Mereka menjadi WNI dalam usia yang relatif gaek sehingga sulit mendapat tempat di Timnas Indonesia.
Padahal, semangat awal naturalisasi sejatinya demi mendatangkan manfaat di Timnas Indonesia. Kenyataannya, PSSI ibarat mendapatkan alat-alat perang dari luar negeri, namun sudah termakan usia.
Terlebih, baru diketahui ramai-ramai pemain asing ini banyak disponsori oleh klub-klub utamanya di Liga 1. Kegigihan klub melakukan naturalisasi demi keuntungan mereka sendiri.
"Untuk prestasi jangka pendek, banyak yang ngakalin [lewat naturalisasi]. Kalau kami [Bali United] berpikirnya jangka panjang. Sekarang sudah ada sekolah elite akademi dan itu bagian dari proses pembinaan jangka panjang kami," kata Pemilik Bali United Pieter Tanuri kepada CNNIndonesia.com, Kamis (25/7).
Dengan memuluskan naturalisasi, klub-klub tersebut bisa menambah lagi kekuatan di luar kuota jumlah pemain asing empat plus satu penggawa Asia. Dengan demikian, gengsi mereka terjaga di kompetisi kasta tertinggi.
Secara undang-undang memang warga negara asing bisa mendapatkan hak menjadi WNI jika sudah bertempat tinggal paling singkat lima tahun berturut-turut atau paling singkat 10 tahun tidak berturut-turut berdasarkan UU Nomor 12 tahun 2006.
Stefano Lilipaly salah satu pemain naturalisasi andalan di Timnas Indonesia. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) |
Bagaimana PSSI selaku induk sepak bola tanah air melalui operator kompetisi profesional memecahkan masalah ini?
Operator sebenarnya bisa sedikit berinovasi dalam regulasi mereka. Aturan mengenai status pemain asing atau lokal di kompetisi domestik Tanah Air misalnya.
Penyetaraan itu pun sebatas status mereka di kompetisi, meski masih berstatus WNA. Perubahan status itu bisa melalui syarat jika pemain itu sudah bermain selama lima sampai 10 tahun di kompetisi domestik Indonesia misalkan.
Meski berstatus setara pemain lokal, tak lantas hak mereka sama dengan WNI. Pajak maupun administrasi yang harus mereka tunaikan tetap sebagai WNA.
Dengan demikian, klub-klub tak perlu ramai-ramai mendorong naturalisasi pemain asing yang pada akhirnya tak memberikan faedah di Timnas Indonesia.
Lihat juga:GSP Punya Trik Kalahkan Khabib |
Alhasil, beberapa dari mereka bakal tak bisa dimainkan jika klub yang bersangkutan itu memiliki jumlah pemain berstatus WNA melebihi jumlah kuota maksimal. Meski demikian, klub tentu sudah harus punya perencanaan matang mereka-mereka yang harus didaftarkan sebagai pemain asing di kompetisi level Asia tersebut. (jun)
Hilton Moreira sudah 38 tahun berstatus WNI. (CNNIndonesia.com/Jun Mahares)
Otavio Dutra bersama anak dan istri di Gedung Nusantara I DPR RI (24/7). (CNN Indonesia/Arby Rahmat Putratama)
Stefano Lilipaly salah satu pemain naturalisasi andalan di Timnas Indonesia. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)