BOPI Ancam Setop Liga 1 2019

CNN Indonesia | Selasa, 30/07/2019 11:02 WIB
BOPI Ancam Setop Liga 1 2019 Pertandingan PSS Sleman vs Borneo FC berakhir ricuh. (ANTARA FOTO/Syaiful Arif/wsj)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) bakal segera memanggil PSSI dan operator kompetisi PT. Liga Indonesia Baru (LIB) untuk dimintai keterangan terkait kondisi sepak bola beberapa hari belakangan. Bahkan BOPI juga tak segan mengancam menyetop Liga 1 2019 jika kembali terjadi kericuhan.

Penundaan final leg kedua Piala Indonesia antara PSM Makassar dan Persija Jakarta, yang terkait dengan faktor keamanan usai pelemparan batu oleh oknum suporter menjadi kasus pertama yang disoroti BOPI.

Kericuhan pada pertandingan Liga 1 2019 antara Persela Lamongan dan Borneo FC yang berbuntut pada penerobosan suporter ke dalam lapangan juga tak lepas dari pantauan BOPI.


"PSSI-nya kacau, mereka juga tidak ada antisipasi apa-apa. Bagi BOPI satu sisi membiarkan liga dan kompetisi berlangsung merupakan bagian dari pembinaan. Tapi masalah demi masalah beruntun begini tidak selesai-selesai," kesal Sekjen BOPI, Sandi Suwardi Hasan kepada CNNIndonesia.com, Selasa (30/7).

BOPI Ancam Setop Penyelenggaraan Liga 1 2019Final Piala Indonesia baru menyelesaikan satu laga. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
"Kemungkinan besok (Rabu 31/7) PSSI dan LIB akan kita panggil untuk evaluasi. Apa kita off-kan dulu kegiatan bola atau seperti apa. BOPI kecewa dengan PSSI dan LIB. Bentuknya kekecewaan kami seperti apa nanti lihat setelah pertemuan besok," lanjutnya.

BOPI Ancam Setop Penyelenggaraan Liga 1 2019
Sandi menegaskan persoalan yang terjadi bukan hanya soal sanksi dan denda kepada klub ataupun orang-orang yang bermasalah, tetapi BOPI juga ingin melihat PSSI menanggapi dinamika sepak bola di Indonesia dan pemahaman badan sepak bola Indonesia itu untuk meningkatkan kualitas liga, pemain, pelatih dan operator.

BOPI juga menyoroti PSSI supaya bersikap lebih antisipatif ketimbang menjatuhkan denda dan sanksi yang keluar setelah kejadian.

"Kami konsisten sejak awal sebelum liga kita bilang, liga harus konstruktif, menyenangkan dan jadi tontonan keluarga. Liga akan kita pantau dan evaluasi. Kalau ada korban jiwa otomatis (liga) berhenti," ujar Sandi menegaksan.

"Protesnya menyerupai kanibalisasi, kalau tidak rusuh ya tidak nyaman. Panpel, Liga, Match Commisioner, PSSI mengerti enggak sih bagaimana membangun bisnis bola yang nyaman. Bisa jadi kalau berikutnya dalam sebulan lebih dari empat keributan kami setop [kegiatan bola]," terangnya. (TTF/bac)