Gelombang Panas Jepang Ancaman Olimpiade 2020

CNN Indonesia | Rabu, 07/08/2019 11:43 WIB
Gelombang Panas Jepang Ancaman Olimpiade 2020 Gelombang panas di Jepang jadi ancaman serius Olimpiade 2020 di Tokyo. (AP Photo/Jae C. Hong)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gelombang panas yang melanda di Jepang menjadi ancaman serius Olimpiade 2020 di Tokyo.

Pasalnya, Olimpiade edisi ke-32 itu bakal digelar tahun depan bertepatan dengan gejala gelombang panas di Negeri Sakura tersebut yakni Juli.

Gelombang panas Jepang yang sudah menyerang sejak akhir Juli lalu menyebabkan 57 orang meninggal dan 1.800 lainnya dirawat di rumah sakit. Dilansir dari kantor berita Kyodo, Badan Manajemen Kebakaran dan Bencana Jepang melaporkan para korban yang tewas itu tersebar di 24 perfektur.


Pihak panitia lokal (LOC) Olimpiade 2020 bergerak cepat untuk melakukan antisipasi gelombang panas yang menjadi ancaman saat gelaran ajang olahraga multicabang di dunia tersebut.

Ilustrasi Yoyogi Park, Tokyo. (Ilustrasi Yoyogi Park, Tokyo. (Foto: Istockphoto/35007)
Suhu udara rata-rata di sekitaran Tokyo sejak 24 Juli hingga sekarang berkisar 31 Celsius akibat gelombang panas yang menyerang negara tersebut.

Dikutip dari Reuters, musim panas tahun lalu lebih parah lagi yang mencapai 41 Celsius di utara Tokyo. Masalah gelombang panas juga pernah membuat gelar Olimpiade 1964 di Tokyo bermasalah. Gelaran Olimpiade saat itu digeser menjadi Oktober untuk menghindari gelombang panas.

Empat tahun kemudian, gelaran Olimpiade di Mexico City juga digeser menjadi Oktober karena kasus yang sama.

Kini kasus gelombang panas kembali menyeruak dan memaksa LOC Tokyo mencari cara antisipasi agar para atlet dan pengunjung lainnya tetap aman dan nyaman.

Gelombang Panas Jepang Ancaman Olimpiade 2020
"Kondisi cuaca acap kali menjadi tantangan bagi para penyelenggara di beberapa penyelenggaraan Olimpiade dan Paralimpiade lalu. Kami juga mengerti beberapa laga penting Olimpiade digelar di sejumlah bagian di Tokyo dengan cuaca yang berat," ujar juru bicara LOC Olimpiade Tokyo dikutip dari Reuters.

Gelombang panas juga pernah menjadi persoalan pada Olimpiade 2004 di Athena dan Olimpiade 2008 di Beijing.

"Dengan demikian, masukan dan keahlian dari IOC [Komite Olimpiade Internasional], dan pengalaman dari federasi olahraga lainnya amat dibutuhkan," ucap juru bicara LOC Tokyo.

Pihak panitia penyelengara akan memperbanyak fasilitas semprotan uap dingin, balok-balok es, dan area istirahat beratap.

"Kami akan terus bekerja sama dengan Pemerintah Kota Tokyo , pemerintah pusat, dan sejumlah pemangku kepentingan terkait demi menjamin kesuksesan ajang ini [Olimpiade]," demikian keterangan LOC. (bac/har)