Hitler dan Kotoran Merpati di Pembukaan Olimpiade 1936

CNN Indonesia | Kamis, 01/08/2019 19:53 WIB
Hitler dan Kotoran Merpati di Pembukaan Olimpiade 1936 Jerman membangun stadion baru dengan kapasitas besar untuk Olimpiade 1963. (AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Olimpiade 1936 di Berlin, Jerman, yang digelar pada musim panas menyisakan banyak kisah menarik. Terutama hal-hal yang berkaitan dengan pemimpin Partai Nazi, Adolf Hitler.

Berlin terpilih menjadi tuan rumah Olimpiade 1936 dalam Sidang Komite Olimpiade Internasional (IOC) ke-29 di Barcelona pada 1931. Kepastian tersebut terjadi dua tahun sebelum kejayaan Hitler dan Partai Nazi di Jerman.

Ajang edisi ke-11 tersebut direncanakan berlangsung dari 1 Agustus hingga 16 Agustus 1936. Untuk mengungguli Olimpiade edisi sebelumnya di Los Angeles pada 1932, Hitler membangun stadion baru dengan kapasitas 100 ribu kursi. Selain itu, ia juga membuat enam gimnasium dan sejumlah fasilitas olahraga lain.


Hitler melihat Olimpiade sebagai peluang untuk mempromosikan pemerintahannya dan cita-cita supremasi ras unggul Arya-Nordik. Ia juga ingin mewujudkan anti-semitisme atau paham yang dianut orang-orang yang tidak suka pada segala sesuatu yang bersangkutan dengan bangsa Yahudi.

Setelah Nazi mengambil alih Jerman dan memulai kebijakan anti-semitisme, IOC menggelar diskusi khusus dengan negara-negara peserta Olimpiade untuk mengubah keputusan Olimpiade 1936 digelar di Berlin. Akan tetapi, rezim Hitler memberi jaminan bahwa para atlet Yahudi diizinkan bersaing di Tim Olimpiade Jerman.

Dilansir dari situs resmi Olimpiade, sebanyak 49 negara dengan total 3.963 atlet berpartisipasi dalam Olimpiade 1936. Atlet putra berjumlah 3.632 orang, sedangkan atlet perempuan 331 orang.

Dalam Olimpiade 1963 Jerman keluar sebagai juara umum.Dalam Olimpiade 1963 Jerman keluar sebagai juara umum. (CORR / HO / AFP)
Pesta olahraga paling bergengsi di dunia tersebut dibuka di Stadion Berlin pada Sabtu, 1 Agustus 1936. Pesawat Hindenburg Jerman terbang di atas stadion sambil membawa bendera Olimpiade.

Setelah Hitler dan rombongan datang, acara dilanjutkan dengan parade negara. Masing-masing bangsa memamerkan kostum yang unik.

Yunani yang merupakan negara cikal bakal Olimpiade, memasuki stadion lebih dulu. Sedangkan Jerman sebagai tuan rumah muncul paling terakhir.

Beberapa atlet terlihat secara sengaja memberi hormat kepada Nazi ketika mereka melewati Hitler. Sementara sebagian lain seperti rombongan Amerika Serikat dan China memberi hormat dengan cara meletakkan topi di dada.

Penulis novel asal Amerika, Thomas Wolfe, menyaksikan langsung pembukaan tersebut. Ia menyebut acara itu hampir seperti ajang keagamaan.

"Para penonton berteriak, bergoyang serempak, dan memohon kepada Hitler. Ada sesuatu yang menyeramkan dari pemandangan itu, penghormatan secara berlebihan kepada pribadi Hitler," kata Wolfe.

Hitler berdiri di tempat yang lebih tinggi daripada yang lain saat membuka ajang tersebut. Penulis sekaligus komentator televisi asal Amerika, David Wallechinsky, menyebut acara Olimpiade adalah acara Hitler.

"Dia [Hitler] ingin dimuliakan," ucap Wallechinsky.

Setelah Presiden Komite Olimpiade Jerman memberikan kata sambutan, ajang tersebut secara resmi dibuka Hitler. "Saya menyatakan membuka Olimpiade Berlin, merayakan Olimpiade edisi ke-11 di era modern," kata Hitler.

Bila Olimpiade 1928 di Amsterdam, Belanda, memperkenalkan api Olimpiade untuk kali pertama, maka Olimpiade Berlin adalah pertama kalinya diadakan estafet obor. Estafet obor dimulai dari Yunani, Bulgaria, Yugoslavia, Hungaria, Ceko, Austria, sampai tiba di Jerman.

Akan tetapi, terlepas dari semua kemegahan upacara kemegahan dan pemuliaan Hitler, tidak semua berjalan sesuai rencana. Hal itu diungkap pelari jarak jauh Amerika Serikat, Louis Zamperini.

"Mereka [panitia pembukaan] melepas 25 ribu merpati sehingga langit dipenuhi dengan merpati. Merpati-merpati itu mengelilingi kepala kami, dan panitia kemudian melepas tembakan [ke angkasa]. Mereka takut merpati itu mengeluarkan kotoran," ujar Zamperini.

"Kami merasa kasihan kepada para wanita yang kena kotoran [merpati] di rambutnya. Banyak kotoran dari langit, dan saya katakan ini sesuatu yang lucu," ujarnya melanjutkan.

Dengan segala usaha Hitler, Jerman berhasil menjadi yang terbaik dalam Olimpiade 1936. Tim Olimpiade Jerman menyabet peringkat pertama dengan perolehan 33 medali emas, 26 perak, dan 30 perunggu.

Mereka unggul cukup jauh dari Amerika Serikat yang mengumpulkan total 56 medali dengan rincian 24 medali emas, 20 perak, dan 12 perunggu di peringkat kedua. Sedangkan peringkat ketiga ada Hungaria dengan 10 emas, 1 perak, dan 5 perunggu. (map/jal)