Persebaya Pecat Djadjang Nurdjaman

CNN Indonesia | Sabtu, 10/08/2019 23:15 WIB
Persebaya Pecat Djadjang Nurdjaman Djadjang Nurdjaman dipecat usai Persebaya ditahan imbang Madura United. (ANTARA FOTO/Moch Asim/ama.)
Jakarta, CNN Indonesia -- Persebaya Surabaya memecat pelatih Djadjang Nurdjaman setelah ditahan imbang Madura United 2-2 dalam pekan ke-13 kompetisi Liga 1 2019 di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (10/8).

Dalam pertandingan itu tim tuan rumah tertinggal lebih dahulu oleh gol Beto Goncalves di menit ke-11. Striker Amido Balde menyamakan kedudukan untuk Persebaya di menit ke-42.

Di babak kedua Beto mencetak gol keduanya lewat tendangan penalti di menit ke-67. Bajul Ijo patut berterima kasih kepada Irfan Jaya. Karena lewat gol penaltinya di menit ke-80 Persebaya terhindar dari kekalahan di kandang.


Hasil imbang di Surabaya membuat Persebaya hanya meraih satu kemenangan dalam tujuh pertandingan terakhir di Liga 1, dengan empat di antaranya berakhir seri.

Tidak puas dengan performa Misbakus Solikin dan kawan-kawan, manajemen Persebaya mengambil langkah tegas memutus kontrak Djadjang Nurjaman yang akrab disapa Djanur.

Djadjang Nurdjaman diklaim bertanggung jawab atas performa Persebaya.Djadjang Nurdjaman diklaim bertanggung jawab atas performa Persebaya. (CNN Indonesia/Huyogo Simbolon)
Melalui situs resminya, Persebaya menjelaskan di laga berikutnya Djanur tidak lagi memimpin juara Liga 2 2017 tersebut.

"Persebaya akan dipimpin asisten pelatih Bejo Sugiantoro ke kandang Arema FC pada 15 Agustus nanti. Manajemen mengakhiri kontrak pelatih Djadjang Nurdjaman malam ini, Sabtu," tulis Persebaya.

Persebaya Pecat Djadjang Nurdjaman
Manajer Persebaya Candra Wahyudi menjelaskan, risiko pemutusan kontrak sudah disampaikan pihaknya sebelum The Green Force meraih hasil imbang kelima di kandang pada musim ini.

"Evaluasi ini sudah disampaikan beberapa laga sebelumnya. Tapi, kami memberikan kesempatan kepada pelatih untuk memperbaiki performa tim. Dan ternyata kami tak kunjung meraih hasil memuaskan," kata Candra.

Djanur sendiri disebut menerima keputusan manajemen dan bertanggung jawab atas performa timnya. Di musim lalu Djanur mengangkat Persebaya dari terancam terdegradasi hinga finis di posisi lima besar. (sry/sry)