Jika mengacu skor akhir, mereka yang tidak menyaksikan laga ini mungkin mengira The Blues kalah segalanya dari tuan rumah. Namun, faktanya di arena pertandingan skuat asuhan Frank Lampard kalah telak karena tidak bisa meminimalkan kesalahan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Chelsea sebenarnya tampil baik saat ditaklukkan Manchester United. (AP Photo/Dave Thompson) |
Dua bek sayap Chelsea, Cesar Azpilicueta dan Emerson Palmieri, juga rajin naik membantu serangan hingga mendekati area kotak penalti tuan rumah. Pendekatan taktik Lampard ini terlihat mirip Juergen Klopp dan Pep Guardiola. Dua pelatih yang memang dikenal fanatik dengan sepak bola ofensif.
Chelsea hanya butuh waktu empat menit untuk mengancam gawang David de Gea. Sayang tembakan keras Abraham dari dalam kotak penalti hanya mengenai tiang kanan gawang De Gea.
Terlalu asyik menyerang membuat Mount dan kawan-kawan lalai dalam bertahan. Akibatnya kesalahan Kurt Zouma di dalam kotak penalti berujung penalti yang dikonversi jadi gol oleh Marcus Rashford pada menit ke-18.
Emerson Palmieri dan Cesar Azpilicueta tampil ofensif di sisi bek sayap Chelsea. (AP Photo/Dave Thompson) |
Di babak kedua, permainan Chelsea tidak kendur meski The Red Devils tampil lebih baik dibandingkan babak pertama. Ancaman terus diberikan namun tidak dibarengi penyelesaian akhir yang baik.
Situasi itu dimanfaatkan dengan baik oleh MU. Lagi-lagi kelengahan di pertahanan membuat tuan rumah bisa mencetak dua gol hanya dalam tempo dua menit melalui Anthony Martial (65') dan gol kedua Rashford (67').
Kebobolan tiga gol membuat penampilan Chelsea yang menawan sejak menit pertama tak lagi berbekas. Man United yang berada di atas angin lantas mencetak gol keempat lewat kaki mantan pemain Swansea City, Daniel James, yang membuat skor akhir jadi 4-0 (81').
Para pemain Chelsea mengakhiri pertandingan di Stadion Old Trafford dengan kepala tertunduk. Meski demikian, Lampard sedikit bisa tersenyum karena statistik menunjukkan anak asuhnya tidak kalah dari MU.
Debut Frank Lampard sebagai manajer Chelsea di Liga Inggris berujung kekalahan telak. (AP Photo/Dave Thompson) |
Soal jumlah umpan dan akurasi umpan, Chelsea juga di atas MU. Para pemain Chelsea melakukan 523 umpan dengan akurasi mencapai 84 persen, sementara MU tercatat hanya melakukan 449 umpan dengan akurasi 81 persen.
Jika mengacu penampilan dan statistik, Lampard bisa melihat sedikit cahaya terang dari kekalahan anak asuhnya di markas MU. Legenda Chelsea itu pun telah memperlihatkan dengan jelas identitas permainan yang akan diusungnya hingga akhir musim nanti.
Sama seperti manajer Chelsea sebelumnya Maurizio Sarri, Lampard memakai pendekatan sepak bola ofensif. Bedanya mantan manajer Derby County itu tidak menjadikan Jorginho sebagai satu-satunya penggerak permainan tim pengoleksi enam gelar Liga Inggris tersebut.
Lampard menjadikan Jorginho dan Kovacic sebagai dinamo permainan timnya. Peran nama terakhir kemungkinan bakal digantikan N'Golo Kante yang hanya bermain 20 menit di laga ini.
Sosok Mount juga tidak bisa ditepikan dari skuat yang dibangun Lampard. Pemain kelahiran Portsmouth itu memiliki karakteristik dan kualitas yang sekilas mirip Lampard di masa jaya.
Praktis kerja lebih keras harus dilakukan Lampard untuk mencari pemain yang bisa memberikan perbedaan seperti Eden Hazard yang sudah pergi ke Real Madrid. Harapan itu ada dalam diri Christian Pulisic tetapi penyerang sayap asal Amerika Serikat itu agaknya masih butuh waktu untuk beradaptasi dengan iklim sepak bola Negeri Ratu Elizabeth.
Lihat juga:Analisis Mourinho Bikin Lampard Terkejut |
Mengacu aksi di laga pertama, Chelsea dan Lampard punya modal untuk bisa finis di posisi empat besar klasemen akhir. Namun, tim yang bermarkas di Stamford Bridge itu masih harus menata tim dengan lebih baik dan rasanya racikan Lampard belum akan bertuah dalam jangka pendek, dalam hal ini ajang Piala Super Eropa melawan Liverpool, Rabu (14/8). (bac)
Chelsea sebenarnya tampil baik saat ditaklukkan Manchester United. (AP Photo/Dave Thompson)
Emerson Palmieri dan Cesar Azpilicueta tampil ofensif di sisi bek sayap Chelsea. (AP Photo/Dave Thompson)
Debut Frank Lampard sebagai manajer Chelsea di Liga Inggris berujung kekalahan telak. (AP Photo/Dave Thompson)