Anies Sebut Jokowi Dukung Rencana Formula E di Jakarta

CNN Indonesia | Selasa, 13/08/2019 14:17 WIB
Anies Sebut Jokowi Dukung Rencana Formula E di Jakarta Anies Baswedan menyebut Jokowi mendukung DKI Jakarta jadi tuan rumah Formula E. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mendukung rencana gelaran Formula E di Jakarta.

Anies sebelumnya bertemu dengan Presiden yang akrab disapa Jokowi tersebut di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (13/8).

Pertemuan tersebut dalam rangka laporan Gubernur DKI kepada Presiden tentang perkembangan proses integrasi transportasi di Jakarta. Dalam kesempatan itu, Anies juga menyampaikan rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menggelar ajang Formula E.


Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu menyebut pelaksanaan balap mobil formula tersebut rencananya digelar pada 2020.

Rencana Formula E di Jakarta masih tahap pembicaraan. (Rencana Formula E di Jakarta masih tahap pembicaraan. (Reuters/Javier Galeano)
"Beliau memberikan dukungan dan apresiasi, dan Insyaallah akan kami finalisasikan," ujarnya.

Anies mengatakan gelaran Formula E bisa memberikan manfaat dalam dari sisi perekonomian. Anies sendiri menerangkan rencana Jakarta menjadi tuan rumah ajang balapan jet darat listrik tersebut masih dalam proses pembicaraan.

"Belum bisa diumumkan (rutenya), karena memang harus dibicarakan final dengan tim di Formula E," tuturnya.

Sebelumnya, pihak Formula E melalui Senior Press Officer Sam Mallison kepada CNNIndonesia.com menegaskan belum ada keputusan resmi terkait rencana Formula E di Jakarta pada 2020.

Anies Sebut Jokowi Dukung Rencana Formula E di Jakarta
Mallison mengatakan pihaknya masih berpegang pada pernyataan juru bicara Formula E yang sebelumnya beredar di media: "Kami sedang dalam diskusi lanjutan, tetapi belum dapat membuat pengumuman."

"Kami tidak bisa memberikan pernyataan lebih lanjut saat ini. Kami akan kembali menghubungi ketika kami ada dalam posisi bisa berbicara lebih banyak tentang masalah ini," ujar Mallisson. (fra/nva)