Meskipun musim lalu Arema lebih memilih untuk menginap di daerah Gresik yang lokasinya tidak jauh dari Gelora Bung Tomo. Arema akan menjamu Persebaya pada laga lanjutan Liga 1 2019, di Stadion Kanjuruhan, Kamis (15/8)
"Itu hoaks larangan Persebaya tidak boleh menginap di Malang. Saya tidak tahu nanti mereka [Persebaya] menginap di mana, itu teknisnya di Persebaya. Kami saling menjaga saja intinya," terang Ruddy.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Arema FC saat menghadapi Persebaya di leg pertama final Piala Presiden 2019. (ANTARA FOTO/Zabur Karuru) |
"Sekarang kami saling bertemu [di kompetisi]. Biasanya Persebaya ke Liga 1, kalau Arema mau away ke Madura di Suramadu itu kami sering diblokir pas naik. Tapi sekarang, setelah kami di kasta [kompetisi] yang sama, aman-aman saja," kata Ruddy melalui sambungan telepon kepada CNNIndonesia.com, Selasa (13/8).
Terlebih pertandingan nanti sudah mendapatkan izin dari Kapolda Jawa Timur. Meski tak menyebut jumlah pasti, Ruddy mengatakan personel keamanan bakal lebih banyak dari pertandingan saat Arema menjamu Persib Bandung pada 30 Juli lalu.
Arema menyerahkan sepenuhnya masalah teknis kedatangan Persebaya kepada manajemen Bajul Ijo sendiri.
Senada dengan Arema, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera seperti dikutip dari Antara, menepis kabar soal larangan rombongan Persebaya menginap di hotel-hotel di Malang.
Dia menyatakan saat ini izin untuk pertandingan Arema FC melawan Persebaya telah dikeluarkan Polres Malang.
"Dengan keluarnya izin itu, maka akan dilakukan pengamanan. Namun untuk berapa personel yang diterjunkan belum ditentukan," ucapnya. (ttf/bac/jal)
Arema FC saat menghadapi Persebaya di leg pertama final Piala Presiden 2019. (ANTARA FOTO/Zabur Karuru)