Timnas Indonesia U-18 Juara Grup Piala AFF, Fakhri Tak Puas

CNN Indonesia | Rabu, 14/08/2019 18:48 WIB
Timnas Indonesia U-18 Juara Grup Piala AFF, Fakhri Tak Puas Timnas Indonesia U-18 juara Grup A Piala AFF U-18, Fakhri Husaini tidak puas dengan performa timnya. (Dok. PSSI)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pelatih Timnas Indonesia U-18, Fakhri Husaini, kurang puas dengan penampilan skuat Merah Putih meski menjadi juara Grup A Piala AFF U-18 2019.

Bagus Kahfi dan kawan-kawan bermain imbang 1-1 melawan Myanmar pada laga pemungkas penyisihan grup di Stadion Thong Nhat pada Rabu (14/8).

Hasil tersebut memantapkan posisi Timnas Indonesia U-18 di puncak klasemen Grup A, unggul selisih gol dari Myanmar. Kendati begitu, Fakhri kecewa dengan performa para penggawanya.


"Jujur saya kurang puas dengan permainan anak-anak, apalagi pemain yang saya berikan kesempatan bermain oleh saya. Harusnya mereka yang baru bermain dua atau tiga kali memiliki kebugaran yang lebih dari mereka yang sudah main tiga atau empat kali lebih. Peluang banyak terbuang," kata Fakhri usai pertandingan, dikutip dari rilis PSSI.

"Pemain yang belum bermain [di laga-laga sebelumnya] ternyata tidak sesuai dengan harapan saya. Fisik mereka masih kurang. Saya akan gunakan kesempatan untuk pemulihan kondisi fisik saat libur dua hari."

Timnas Indonesia U-18 bermain imbang 1-1 lawan Myanmar. (Timnas Indonesia U-18 bermain imbang 1-1 lawan Myanmar. (Dok. PSSI)
Fakhri mengatakan faktor fisik pemain menjadi catatan utama. Apalagi, ia menilai jadwal Piala AFF tahun ini terlalu padat.

"Saya rasa Myanmar mengalami hal serupa. Para pemain juga banyak kehilangan bola," ucap dia.

Lebih lanjut, Fakhri menyampaikan Timnas Indonesia U-18 tidak bergantung kepada satu pemain. Hal ini merujuk kepada salah satu penyerang andalan yakni Supriadi yang sedang cedera.

"Mereka [para pemain Timnas Indonesia U-18] saling tergantung satu dengan lain. Kekompakan lah yang ada di tim ini," ucapnya melanjutkan.

Timnas Indonesia U-18 Juara Grup, Fakhri Tak Puas
Sementara itu, Bagus Kahfi menyampaikan pertandingan lawan Myanmar tidak mudah. Myanmar, lanjut Bagus, bermain disiplin dan kompak dalam bertahan. Ia juga memuji penjagaan para pemain lawan.

"Mereka seperti menempel ketat kami. Tapi syukur alhamdulillah kami tidak kalah dalam pertandingan ini," tutur dia.

"Laga ini pengalaman baru lagi untuk saya dan teman-teman. Semoga kami bisa berbicara banyak di semifinal. Terima kasih kepada penonton karena sudah mendukung kami di stadion," ia menuturkan. (map/bac)