Neymar Terancam 'Kerja Paksa' di PSG

CNN Indonesia | Senin, 19/08/2019 16:38 WIB
Neymar Terancam 'Kerja Paksa' di PSG Thomas Tuchel tak ingin kehilangan Neymar tanpa mendapat pemain pengganti. (REUTERS/Stephane Mahe)
Jakarta, CNN Indonesia -- Neymar terancam bakal menjalani musim tak menyenangkan dengan bertahan di Paris Saint-Germain lantaran masa depan pemain Brasil tersebut belum jelas.

Meski rumor kepergian Neymar dari PSG sudah terdengar sejak bursa transfer bergulir, sejauh ini belum ada pengumuman resmi kepindahan Neymar. Nama Barcelona sendiri terus jadi klub yang dikaitkan dengan Neymar.

Tetapi situasi makin pelik lantaran tiap pihak tetap berpegang pada keinginan masing-masing. PSG ingin harga tinggi sedangkan Barcelona hanya mau dengan sistem barter pemain plus uang.


Kepergian Neymar makin berat karena Philippe Coutinho, salah satu pemain yang sempat ditawarkan ke PSG, kini justru disebut sudah mencapai kesepakatan dengan Bayern Munchen.

Tanpa kehadiran Coutinho, penawaran barter pemain yang bakal diajukan Barcelona ke PSG bakal makin melemah.
Neymar Terancam 'Kerja Paksa' di PSGKeinginan Neymar untuk pindah dari PSG makin sulit terwujud. (FRANCK FIFE / AFP)
Pelatih PSG Thomas Tuchel sudah menyatakan ia tak akan rela melepas Neymar tanpa pengganti sepadan.

"Neymar tak akan pergi tanpa kami melakukan perekrutan pemain. Hal itu tidak akan mungkin terjadi."

"Namun jelas bahwa bila Neymar bertahan, maka kami akan memiliki pemain yang bisa membantu meraih kemenangan," ucap Tuchel dikutip dari Bleacher Report.

Pernyataan tersebut membuat Neymar bisa saja bertahan di Paris. Dengan bursa transfer ditutup pada 2 September, maka ruang gerak PSG untuk mendapatkan pemain baru juga makin terbatas.

Kehadiran Neymar di PSG juga tak lagi mendapat sambutan hangat. Pernyataan Neymar yang ingin hengkang membuat ia tak lagi mendapatkan kepercayaan seperti saat ia datang ke PSG pada 2017.
Neymar Terancam 'Kerja Paksa' di PSG
Namun menilik pernyataan Tuchel, setidaknya Tuchel bakal memaksimalkan tenaga Neymar bila bintang asal Brasil itu batal pindah. Neymar tak akan terkena hukuman 'dibangkucadangkan' karena telah mengecewakan klub.

Dalam dua pertandingan awal sendiri, Neymar belum turun bermain. Tuchel menegaskan kondisi Neymar belum 100 persen fit.
(ptr)