Finis pertama, kemudian menampilkan pose tangan kiri direntangkan sambil menunjuk ke arah kiri dan tangan kanan ditekuk juga sambil mengarah kiri, serta badan yang dicondongkan ke arah kanan, itulah yang ditampilkan Bolt usai menjadi juara di Olimpiade 2008.
Lihat juga:Potensi Grup Neraka di Undian Liga Champions |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lantaran kadung lekat dengan Bolt, nama gerakan tersebut pun tenar dengan nama 'Lightning Bolt' atau 'Bolting'.
Usain Bolt ketika meraih emas lari 100 meter di Olimpiade 2016. (Dominic Ebenbichler) |
"To Di World sangat populer saat itu [tahun 1980 hingga 1990-an," ujar pakar tari Jamaika Pac Williams kepada USA TODAY yang dikutip dari express.
"Aku pikir dari sana Usain mendapatkannya, Kita semua tahu di Jamaika bahwa Usain mencintai dancehall." lanjutnya.
Kemenangan Bolt pun turut mempopulerkan gerakan tersebut. Dari podium ke podium, sosok kelahiran 1986 itu terus menampilkan gerakan 'To Di World' tersebut.
[Gambas:Video CNN]
Di Kejuaraan Dunia hingga Olimpiade yang berlangsung sejak 2008 hingga 2016, selebrasi Bolt terekam dalam kamera dan ingatan sehingga mendunia.
Selain ditiru oleh anak kecil, selebritas, hingga pemimpin dunia, gerakan perayaan kemenangan Bolt itu kemudian masuk ke ranah komersial ketika menjadi bagian dari iklan televisi.
Lihat juga:Mengingat Usain Bolt, Si Manusia Tercepat |
Bolt memang sudah berhenti dari lintasan atletik, namun gaya selebrasi yang khas masih terus terngiang di ingatan.
(mfp/bac)
Usain Bolt ketika meraih emas lari 100 meter di Olimpiade 2016. (Dominic Ebenbichler)