Asal Selebrasi 'Bolting', Pose Juara Bolt

CNN Indonesia | Rabu, 21/08/2019 15:42 WIB
Asal Selebrasi 'Bolting', Pose Juara Bolt Usain Bolt berpose setelah menjadi juara Olimpiade 2016. (Adrian DENNIS / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Selain medali emas dan rekor, selebrasi kemenangan adalah hal lain yang cukup lekat dengan Usain Bolt.

Finis pertama, kemudian menampilkan pose tangan kiri direntangkan sambil menunjuk ke arah kiri dan tangan kanan ditekuk juga sambil mengarah kiri, serta badan yang dicondongkan ke arah kanan, itulah yang ditampilkan Bolt usai menjadi juara di Olimpiade 2008.

Bolt kali pertama mempertontonkan selebrasi tersebut pada Olimpiade yang berlangsung di China, ketika ia menjadi yang tercepat dengan catatan 9,69 detik dan berhasil kalahkan atlet asal Trinidad dan Tobago, Richard Thompson yang terpaut 0,2 detik.

Gerakan tersebut bernama 'To Di World' yang merupakan bagian dari 'dancehall', sebuah genre musik yang berakar pada reggae, dan menjadi populer pada tahun 1980-an dan 1990-an. 


Lantaran kadung lekat dengan Bolt, nama gerakan tersebut pun tenar dengan nama 'Lightning Bolt' atau 'Bolting'.

Usain Bolt ketika meraih emas lari 100 meter di Olimpiade 2016.Usain Bolt ketika meraih emas lari 100 meter di Olimpiade 2016. (Dominic Ebenbichler)
Gerakan 'To Di World' tersebut populer dikalangan orang Jamaika, termasuk Bolt.

"To Di World sangat populer saat itu [tahun 1980 hingga 1990-an," ujar pakar tari Jamaika Pac Williams kepada USA TODAY yang dikutip dari express.

"Aku pikir dari sana Usain mendapatkannya, Kita semua tahu di Jamaika bahwa Usain mencintai dancehall." lanjutnya.

Selebrasi Bolt
Selebrasi yang dilakukan oleh Bolt mengundang banyak perhatian dunia. Gerakan ini telah menjadi ciri khas pelari yang menyabet sembilan medali emas olimpiade tersebut.

Kemenangan Bolt pun turut mempopulerkan gerakan tersebut. Dari podium ke podium, sosok kelahiran 1986 itu terus menampilkan gerakan 'To Di World' tersebut.

[Gambas:Video CNN]
Di Kejuaraan Dunia hingga Olimpiade yang berlangsung sejak 2008 hingga 2016, selebrasi Bolt terekam dalam kamera dan ingatan sehingga mendunia.

Selain ditiru oleh anak kecil, selebritas, hingga pemimpin dunia, gerakan perayaan kemenangan Bolt itu kemudian masuk ke ranah komersial ketika menjadi bagian dari iklan televisi.

"Itu hanya pose yang saya buat. Seperti yang Michael Jordan punya, (dan) saya punya sekarang," kata Bolt mengenai selebrasinya kepada SNTV yang dikutip dari AJC.

Bolt memang sudah berhenti dari lintasan atletik, namun gaya selebrasi yang khas masih terus terngiang di ingatan.

(mfp/bac)