Hasil Komdis PSSI: Arema Didenda Rp150 Juta

CNN Indonesia | Kamis, 22/08/2019 05:25 WIB
Hasil Komdis PSSI: Arema Didenda Rp150 Juta Komdis PSSI denda Arema FC Rp150 juta. (ANTARA FOTO/Zabur Karuru)
Jakarta, CNN Indonesia -- Komisi Disiplin PSSI telah merilis hasil sidang yang digelar pada Selasa (20/8). Salah satu hasilnya, Arema FC didenda Rp150 juta karena ulah suporter.

Sanksi diberikan kepada manajemen Arema akibat terjadi pelemparan botol ke dalam lapangan saat menjamu Persebaya Surabaya pada 15 Agustus 2019. Selain itu

Denda sebesar Rp150 juta sudah termasuk hukuman tambahan terhadap penyalaan flare. Sanksi denda diberikan karena suporter Arema berulang kali melakukan pelanggaran yang sama.

Klub lain yang mendapatkan sanksi berupa denda Rp150 juta adalah Semen Padang FC. Hukuman diberikan akibat penyalaan flare yang telah berulang kali terjadi.


Hariono mendapat hukuman larangan bermain di satu laga.Hariono (kanan) mendapat hukuman larangan bermain di satu laga. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Hasil sidang Komdis juga memutuskan hukuman larangan bermain di satu laga kepada gelandang Persib Bandung, Hariono. Ia dianggap melanggar fair play saat Maung Bandung menjamu Borneo FC pada 14 Agustus.

Hariono melakukan tendangan 'kungfu' ke bagian kepala Matias Conti yang hendak menyundul bola di kotak penalti. Striker Borneo FC itu sempat terkapar dan mengerang kesakitan.

Hasil Komdis PSSI: Arema Didenda Rp150 Juta
Wasit memberikan penalti untuk Borneo sehingga laga berakhir imbang 2-2. Sementara Hariono hanya diberikan kartu kuning atas aksi yang membahayakan pemain lawan itu.

Sementara Persipura Jayapura harus merogoh kocek sebesar Rp95 juta karena pelanggaran di dua pertandingan berbeda.

Pertama, denda Rp 50 juta karena menerima lima kartu kuning dalam satu pertandingan saat melawan ke markas PSIS Semarang pada 4 Agustus. Kedua, Mutiara Hitam didenda Rp45 juta atas penyalaan kembang api dalam stadion saat menjamu Kalteng Putra pada 14 Agustus. Jumlah denda tersebut diberikan karena merupakan pengulangan insiden serupa.

[Gambas:Video CNN] (jun/jun)