Meski Menguntungkan, Salah Tak Suka VAR

CNN Indonesia | Kamis, 22/08/2019 20:33 WIB
Mohamed Salah tidak setuju mengenai penggunaan Video Assistant Referee (VAR) meski hal tersebut bakal menguntungkan. Mohamed Salah menjadi algojo penalti Liverpool. (REUTERS/Toby Melville)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mohamed Salah tidak setuju mengenai penggunaan Video Assistant Referee (VAR) meski hal tersebut bakal menguntungkan dengan mendatangkan banyak penalti bagi pemain Liverpool itu.

Salah mengaku lebih menyukai sepak bola tanpa VAR kendati ada maksud baik di balik penggunaan alat tambahan untuk wasit tersebut, seperti menjaga pemain dan memegang prinsip fair play.

Pemain asal Mesir itu menilai VAR menghilangkan elemen natural dalam sepak bola sehingga mengurangi daya tarik olahraga populer tersebut.


"Saya tidak suka, itu jawaban saya, selalu. Saya tidak suka. Saya suka sepak bola apa adany. Saya menerima sepak bola dengan kesalahan yang dibuat wasit, dengan permainan keras," ujar Salah.

Salah Tak Suka VAR Meskipun MenguntungkanMohamed Salah tak setuju penggunaan VAR. (REUTERS/Phil Noble)
"Tidak apa-apa jika harus melindungi pemain dari permainan yang berbahaya. Tapi itu saja, menurut saya, itulah satu-satunya alasan, hanya untuk melindungi pemain," sambungnya.

Salah hanya menjawab singkat ketika ditanya mengenai efek nyata VAR yang diterapkan untuk kali pertama di Liga Inggris, "Lebih banyak penalti untuk saya, Anda akan melihat itu."

Salah Tak Suka VAR Meskipun Menguntungkan
Pada final Liga Champions musim lalu, Salah sudah lebih dulu mendapat keuntungan dari keberadaan VAR. Keputusan wasit memberi penalti untuk The Reds ketika melawan Tottenham Hotspur saat laga belum genap berjalan satu menit tidak lepas dari keberadaan VAR yang menilai Moussa Sissoko handsball di kotak 16.

[Gambas:Video CNN]
Salah menjadi eksekutor penalti dan membuka kemenangan Liverpool dalam laga yang berakhir dengan skor 2-0.

Penggunaan VAR di Liga Inggris menuai perdebatan pada pekan pertama dan kedua. Dari 20 laga yang berlangsung dalam dua pekan, terdapat 130 inisden yang melibatkan VAR dan lima di antaranya menghasilkan perubahan keputusan wasit. (nva/ptr)